alexametrics

Kak Seto: Jangan Libatkan Anak Menjadi Manusia Silver

23 Juli 2022, 16:04:31 WIB

JawaPos.com – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto mengatakan, dirinya mengamati fenomena manusia silver sejak satu tahun belakangan. Ia menganggap hal ini sudah cukup meresahkan.

Karena berpotensi menggangu ketertiban lalu lintas bahkan dapat mengakibatkan kemacetan, di samping menciderai hak-hak anak.

“Ini sudah lama sebenarnya. Kami dari LPAI meminta agar aparat bertindak tegas khususnya untuk anak. Anak dengan dilumuri bahan-bahan itu tidak baik untuk kesehatan mereka,” kata Kak Seto kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Ahmad Azhar, 23, bersama adiknya Taufik Irawan, 8, melumuri seluruh badannya mengunakan cat sebelum menjadi manusia silver. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

“Kemudian kena polusi udara yang kotor dari knalpot dan lain sebagainya. Mohon tidak melibatkan anak,” imbuhnya.

Kak Seto berpandangan manusia silver yang melibatkan anak-anak akibat orang tua mereka lemah secara ekonomi. Sehingga anak kemudian dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan.

“Orang tua kadang memanfaafkan anak untuk eksoloitasi ekonomi. Karena anak lebih mudah mendapatkn uang, orang lebih peduli, lebih iba dan mungkin juga ada kalangan yang mengorganisir anak-anak ini,” tuturnya.

Kak Seto berharap pemerintah daerah memberikan perhatian yang serius pada fenomena manusia silver khususnya yang melibatkan anak-anak. Dari pada anak-anak bermain di jalanan mengemis menjadi manusia silver.

Kak Seto berharap pemerintah daerah memfasilitasi mereka supaya bisa mengembangkan minat dan bakat yang kemudian diberikan panggung apresiasi dan aktualisasi diri.

“Mungkin disalurkan diarahkan untuk membuat suatu pertunjukan entah di Ancol, Taman Mini atau tempat yang lainnya. Ini bisa menjadi semacam terobosan baru. Anak-anak sekarang kan sebenarnya butuh hiburan ya,” imbuhnya.

“Buktinya begitu ada anak SCBD yang jalan di catwalk jalanan saja laku banget, apalagi itu diorganize gerakan dengan tarian atau apa,” terang Kak Seto.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Abdul Rahman

Saksikan video menarik berikut ini: