alexametrics

Transformasi Vokasi, Kemendikbudristek Tingkatkan Program Diploma

23 Mei 2022, 10:01:03 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi (Ditjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus melakukan transformasi pendidikan tinggi vokasi. Tahun ini, fokusnya adalah Peningkatan Program Diploma Tiga (D3) Menjadi Program Sarjana Terapan (S.Tr) dan Pembukaan Program Diploma Dua (D2) Jalur Cepat.

Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya, Ditjen Diksi, Henri Tambunan mengatakan, dua kebijakan tersebut merupakan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Kemendikbudristek merespons perkembangan dunia kerja dan industri yang makin dinamis,” ucap Henri kepada wartawan, Senin (23/5).

Henri mengatakan, lulusan pendidikan tinggi vokasi sering dipandang kalah saing dengan lulusan perguruan tinggi akademik. Selain itu, ada ketidaksinkronan antara pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Untuk itu, perguruan tinggi vokasi diwajibkan berkolaborasi dengan dunia kerja atau dunia industri dalam merancang dan menjalankan kurikulum yang memastikan link and match antara pendidikan dengan dunia kerja. Melalui program ini, calon mahasiswa dapat menyetarakan sertifikasi kompetensi atau keahlian yang dimiliki sejak duduk di bangku SMK.

Selain itu, magang industri yang dilakukan oleh mahasiswa selama satu semester juga diakui sebagai kredit perkuliahan, sehingga total waktu tempuh untuk menyelesaikan program D-2 yang umumnya ditempuh selama 4 semester atau 2 tahun, dapat diselesaikan hanya dalam 3 semester atau 1,5 tahun. Adapun total beban kredit minimum dalam skema ini adalah 72 SKS.

“Program diploma-2 reguler membutuhkan empat semester untuk lulus. Tetapi terobosan ini membuat waktu tempuh diploma-2 lebih singkat menjadi hanya tiga semester,” ujar Henri.

Kurikulum dan proses pembelajaran D-2 juga disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. “Perguruan tinggi dan mitranya harus duduk bersama untuk merumuskan dan menyusun substansi yang perlu agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Selain itu, tantangan keselarasan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja juga dijawab Kemendikbudristek dengan mendorong perguruan tinggi vokasi untuk menempatkan program D-3 menjadi program sarjana terapan. “Kita memberi kesempatan bagi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi untuk mengembangkan kurikulum dan pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri,” ucap Henri.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads