alexametrics

Pembuat KRI Nanggala-402 di Jerman Tawarkan Bantuan

23 April 2021, 11:33:04 WIB

JawaPos.com – Musibah yang menimpa kapal selam KRI Nanggala-402 tidak hanya memantik perhatian di dalam negeri. Di Jerman, tempat kapal selam tersebut dibuat, pemberitaan mengenai tenggelamnya KRI Nanggala-402 juga marak. Media-media besar di negeri yang beribu kota di Berlin itu, antara lain Der Spiegel, Deutsche Welle, atau Focus, menyoroti kejadian tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian media-media di Jerman adalah usia kapal perang yang sudah tua. ”KRI Nanggala-402 dibuat di Jerman pada 1978. Kapal tersebut pada 2012 dibawa ke Korsel untuk menjalani perbaikan selama dua tahun,” tulis Der Spiegel mengutip Reuters. ”Ada sejumlah kecelakaan fatal alutsista Indonesia karena usia peralatan militer yang sudah tua,” tambah pernyataan tersebut.

Wajar persoalan umur KRI Nanggala-402 menjadi perhatian khusus bagi media Jerman. Sebab, di negara asalnya pun, semua kapal selam atau yang dalam bahasa Jerman disebut U-Boot itu sudah purnatugas. Berdasar situs nti.org yang menganalisis kekuatan kapal perang Republik Federal Jerman, di negara yang dipimpin Kanselir Angela Merkel itu, saat ini ada enam kapal perang yang bertugas. Semuanya merupakan hybrid diesel-electric/fuel cell air independent propulsion (AIP) tipe 212A.

Armada kapal selam Jerman ditempatkan di pangkalan Angkatan Laut di Eckernfoerde. Sebuah kota pelabuhan yang terletak di pesisir Laut Baltik dan berjarak sekitar 30 kilometer dari Kiel. Kota tersebut berada di bagian utara Jerman.

Armada U-Boot Jerman itu adalah U31 (S181) buatan 2004, U32 (S182) buatan 2005, U33 (S183) buatan 2006, dan U34 (S184) buatan 2007. Dua lainnya adalah U35 (S185) dan U36 (S186). Kedua kapal yang disebut terakhir baru berumur lima tahun alias buatan 2016.

Galangan kapal pembuat enam kapal perang Jerman tersebut sama dengan pembuat KRI Nanggala-402. Armada sistem pertahanan bawah laut itu dibuat Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW), yang kemudian diakuisisi ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) sebagai holding company.

Wartawan Jawa Pos di Berlin, Dinarsa Kurniawan, berhasil mengontak TKMS kemarin (22/4). Head of Communication TKMS Eugen Witte menyatakan, pihaknya sudah mengetahui musibah yang dialami KRI Nanggala-402 di perairan Bali. Karena itulah, dia mewakili TKMS berharap kapal tersebut segera ditemukan dan awak kapal di dalamnya selamat. Pihaknya juga menawarkan bantuan untuk mengatasi musibah tersebut.

”CEO kami, Dr Rolf Wirtz, menawarkan bantuan yang lengkap dan secepatnya. Para ahli kami mampu dan akan men-support semua masalah teknis berkaitan dengan penemuan KRI Nanggala,” jelasnya. ”Kami saat ini selalu siap jika dibutuhkan,” imbuhnya. Dia menambahkan, KRI Nanggala yang termasuk HDW Class 209 itu telah membuktikan kemampuannya di seluruh dunia. Ada lebih dari 60 kapal serupa yang memperkuat armada kapal selam berbagai negara. ”Kami melihatnya (KRI Nanggala-402, Red) terakhir ketika diperbaiki di Kiel pada 1989,” terang Witte.

Baca juga: SAR Temukan Medan Magnet Besar di Kedalaman 50–100 Meter

Hingga kemarin malam, diketahui Malaysia melalui Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) telah berkomitmen penuh untuk membantu penemuan KRI Nanggala-402 melalui pengiriman MV Mega Bakti. Peralatan SAR yang dimiliki MV Mega Bakti meliputi distress submarine ventilation depressurized system, compressed air generation (CAM), process control module (PCM), submarine link module (SLM), GPS intelligent buoy (GIB) system-localisation of pinger, intervention remotely operated vehicle (IROV) with LARS operating depth 650m, ELSS pod, dan 2x 6 men dive decompression chamber (DDC).

Saksikan video menarik verikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : nar/c19/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua