alexametrics

Wapres Minta Tolong ke Ulama Jelaskan Bahaya Korona ke Masyarakat

23 Maret 2020, 17:28:45 WIB

JawaPos.com – Pemerintah harus bekerja keras menjelaskan kepada masyarakat bahwa virus korona itu sangat berbahaya. Perlu langkah antisipatif agar tidak ada yang tertular.

Untuk menjelaskan bahayanya covid-19 itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta tolong kepada ulama dan tokoh agama. Para tokoh agama dan ulama itu diharapkan dapat menjelaskan ke publik tentang bahaya virus dari Wuhan, Tiongkok itu.

“Tokoh ulama diminta untuk ikut memberikan tuntunan dan nasihat kepada masyarakat agar mematuhi peraturan-peraturan pemerintah,” ujar Ma’ruf di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (23/3).

Sebagaimana diketahui, pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia telah menyerukan kepada masyarakat dan umat muslim agar tidak berkerumun. Seruan dari pemerintah berlaku untuk semua lapisan masyarakat. Di antaranya menunda kegiatan keramaian, menutup pusat hiburan, menggelar acara yang mendatangkan banyak peserta, dan lain-lain.

Imbauan itu juga diperkuat dengan fatwa MUI. Fatwa tersebut ditujukan kepada umat muslim agar tidak menggelar kegiatan berjamaah dulu. Seperti salat jumat, tidak menggelar salat lima waktu secara berjamaah di masjid atau musala. Cukup menunaikan ibadah di rumah masing-masing.

Dikatakan Ma’ruf, dengan mengikuti anjuran yang dikeluarkan dan MUI, maka masyarakat telah turut serta dalam memutus mata rantai penyebaran virus korona.

“Supaya semua pihak ikut bersama-sama bergerak sesuai dengan arah pemerintah baik nasional, daerah, dan termasuk tokoh-tokoh masyarakat,” katanya.

Kepada kepala daerah, Wapres meminta untuk ikut juga melakukan sosialisasi mengenai bahayanya virus Korona. Salah satunya dengan melakukan social distancing atau pembatasan interaksi sosial.

“Pencegahan berkembangnya penularan melalui sosialisasi tentang social distancing sehingga masyarakat bisa memahami bahaya Korona,” ungkapnya.

Bagi tenaga medis, kini pemerintah mulai mendistribusikan alat pelindung diri (APD). Berharap para tenaga medis dapat bekerja dengan optimal dan tenang menangani pasien yang terpapar virus Korona. “Sekarang sudah dilakukan distribusi ke seluruh daerah. Diharapkan dalam waktu dekat bisa digunakan,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads