alexametrics

Kasus Covid-19 Naik, Ini Update BOR Tempat Tidur Isolasi dan Karantina

23 Januari 2022, 14:24:26 WIB

JawaPos.com – Kasus Covid-19 naik dalam 2 pekan terakhir pascalibur Natal dan Tahun Baru karena dipicu varian Omicron dengan rata-rata sehari di atas 1.000 kasus. Kenaikan kasus juga berbanding lurus dengan keterisian tempat tidur (BOR) di pusat isolasi dan karantina.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan fasilitas isolasi dan karantina terpusat di Indonesia saat ini tersebar di berbagai lokasi. Berdasarkan Satgas Covid-19, data per 20 Januari 2022, fasilitas karantina terpusat tersebar di wisma dan hotel.

Seperti di Rusun Nagrak Cilincing dengan BOR 24,9 persen dari 7.040 bed (tempat tidur) yang tersedia, kemudian Rusun Pasar Rumput Manggarai dengan BOR 58 persen dari 5.946 bed tersedia.
Sedangkan Wisma Atlet Pademangan dengan BOR 56,6 persen dari 5.796 bed yang tersedia, serta 134 hotel dengan total bor 45,8 persen dan total kapasitasnya 16.513 kamar.

Sedangkan berdasarkan data per 16 Januari 2022, diketahui bahwa fasilitas isolasi terpusat ditempatkan di rumah sakit rujukan Covid-19 tertentu dan beberapa hotel rujukan yang hanya difungsikan untuk upaya isolasi sebagai fasilitas tambahan. Dengan rincian jumlah bed di RSDC Wisma Atlet sebanyak 5.939 bed, rumah sakit untuk pelaku perjalanan luar negeri di antaranya RS Sulianti Saroso, RS Ciputra Garden, RS Mitra Keluarga Kalideres, dan RS Siloam Mampang dengan total kapasitas dan sebanyak 286 bed. Hotel isolasi diantaranya C One Pulomas, Hotel Matsuri, Hotel Grand Cempaka, Hotel Alia Cikini Hotel D’arcici Al Hijrah, Hotel D’arcici Plumpang dengan kapasitas sebanyak 565 bed.

Wiku menambahkan, potensi importasi kasus lintas daerah dalam satu kawasan aglomerasi perlu disikapi kekompakan antar Pemerintah Daerah terkait. Seperti kawasan aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Mengingat besarnya importasi kasus lintas daerah dalam satu kawasan aglomerasi akibat mobilitas yang tinggi.

“Untuk itu dimohon Gubernur, Walikota maupun bupati, khususnya pada provinsi yang sedang mengalami kenaikan kasus untuk terus memantau kondisi kasus dan mengoptimalisasi koordinasi dalam pengendalian Covid-19,” kata Wiku.

Sebagai contoh, saat ini ibukota DKI Jakarta berada dalam PPKM level 2 sehingga pengendalian Covid-19 akan menyesuaikan kondisi kasus yang direpresantisikan dari ketetapan level tersebut. Kondisi di ibukota sangat mempengaruhi sejumlah daerah lain yang masuk aglomerasi yakni yang masuk kawasan Jabodetabek.

“Maka perlu adanya kekompakan antar Pemerintah Daerah untuk mengupayakan strategi pencegahan penularan kasus,” tutupnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads