alexametrics

Antisipasi Penularan Virus Corona, Kemenkes Aktifkan 100 RS Khusus

23 Januari 2020, 15:27:21 WIB

JawaPos.com – Penularan virus corona antar-manusia membuat kekhawatiran global. Lalu lintas orang dari berbagai negara, dianggap bisa memicu penularan dengan cepat. Kemenks pun telah mengkonfirmasi virus corona tersebut dari pemerintah Tiongkok.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M.Kes mengonfirmasi terjadinya indikasi penularan virus Corona di China atau novel Corona Virus (nCoV) dari manusia ke manusia. Sampai dengan 21 Januari sudah 218 orang warga China tertular virus nCoV, dengan 4 kematian.

“Ini menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah, bukan hanya pemerintah Indonesia tapi juga WHO,” katanya kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/1).

Kemenkes mengundang berbagai pihak termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyusun skenario dan strategi dalam mengantisipasi penyebaran nCoV yang ada di Wuhan. WHO bersama PBB akan mencari solusi mengatasi isu ini.

“Berbagai pihak yang berkaitan dengan hal ini (masalah nCoV) akan menentukan langkah lebih lanjut dari kebijakan di bidang kesehatan oleh WHO,” kata dr. Anung.

Aktifkan RS Khusus Infeksi

Karakteristik nCoV mirip virus yang memicu Sindrom Pernapasan Akut Berat, atau SARS. Terkait hal itu Kemenkes sudah mengaktifkan kembali 100 RS infeksi rujukan Flu Burung. RS khusus infeksi disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kasus nCoV.

“Kami juga meminta kepada teman-teman di RS Infeksi Sulianti Saroso untuk mengecek kesiapan dan sebagainya, dan telah dikonfirmasi bahwa mereka sudah siap sarana prasarana sebagai RS rujukan infeksi nasional. RS Sulianti Saroso juga akan mengadakan webinar ke 100 RS rujukan dan tadi saya meminta ke temen-temen Dirjen Yankes agar melibatkan RS swasta sebagai bagian dari penanganan bila terjadi sesuatu (penularan nCoV),” jelas dr. Anung.

Sekarang ini setiap hari ada kurang lebih 30 penerbangan dari Tiongkok. Baik penerbangan langsung maupun transit. Jumlah penumpang antara 4.500 hingga 6.000 dan harus diperhitungkan dalam penanganannya.

“Intinya kami menyiapkan segala hal dan menginventarisasi segala kesiapan di bidang kesehatan sebagai kesiapan Indonesia mencegah nCoV,” kata dr. Anung.

Selain itu, Kemenkes juga menyediakan media komunikasi baik secara substantif gejala atau tanda yang perlu diketahui oleh masyarakat. Masyarakat diminta segera melapor jika ada gejala demam dan gangguan pernapasan.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads