alexametrics

7 Langkah Kemenkes Tangkal Penyebaran Virus Corona

23 Januari 2020, 15:41:20 WIB

JawaPos.com – Kementerian Kesehatan bergerak cepat mengantisipasi penyebaran virus Corona asal Wuhan Tiongkok. Sejumlah pasien di sana ditemukan menderita pneumonia (radang paru-paru) berat yang belum diketahui penyebabnya.

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza. Bukan pula penyakit pernafasan biasa. Masih diteliti lebih lanjut apakah penyakit ini sama dengan Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang menimbulkan wabah di dunia pada tahun 2003.

Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan, diisolasi, dan dilakukan penelusuran investigasi untuk mengetahui penyebabnya. Ternyata sebagian dari pasien-pasien tersebut bekerja di pasar ikan yang juga menjual berbagai jenis hewan lainnya termasuk burung.

Catatan Kementerian Kesehatan, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penyakit ini dapat menular dari manusia ke manusia (human to human). Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) masih melakukan pengamatan dengan cermat terkait kejadian di Wuhan ini.

Kementerian Kesehatan bersama seluruh jajaran kesehatan di Indonesia melakukan sejumlah langkah antisipasi. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, telah menyampaikan edaran kepada pihak terkait.

“Kemenkes mengimbau pada masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik,” kata Anung dalam keterangan tertulis, Kamis (23/1).

Untuk mencegah virus corona, Kemenkes sendiri meminta masyarakat lebih waspada dan peduli. Setidaknya ada 7 langkah yang bisa dilakukan masyarakat dan instansi kesehatan terkait virus corona.

1. Waspadai Gejalanya

Gejala umum dari pneumonia adalah demam, batuk, dan sukar bernafas. Jika merasakan gejala penyakit seperti ini agar segera berobat ke Puskesmas/Rumah Sakit/Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.

2. Perilaku Hidup Sehat

Agar tetap sehat, hendaknya masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari dan berkelanjutan dengan makan makanan bergizi, menu seimbang, cukup buah sayur, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, cukup istirahat, dan segera berobat jika sakit.

3. Waspada Saat ke Tiongkok

Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk ke Hongkong, Wuhan, atau Beijing, agar memperhatikan perkembangan penyebaran penyakit. Ada baiknya berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat.

Selama di Tiongkok agar menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup. Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

4. Setelah Kembali dari Tiongkok

Jika setelah kembali ke Indonesia dari Tiongkok menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas agar segera berobat. Memperhatikan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan RI.

5. Deteksi Dini dan Pencegahan

Kemenkes melakukan deteksi, pencegahan, respon jika ditemukan pasien dengan gejala pneumonia berat seperti di Wuhan, Tiongkok. Jika ditemukan pasien seperti di Wuhan akan dilakukan perawatan, pengobatan, isolasi, serta melakukan investigasi dan penanggulangan untuk mencegah penyebaran penyakit meluas dan berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa / Wabah.

Melakukan deteksi, pencegahan dan respon terhadap kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri, termasuk dari Tiongkok, ke Indonesia melalui Bandar Udara, Pelabuhan Laut dan Pos Lintas Batas Negara yang mencakup langkah aktivasi alat thermal scanner.

6. Memantau Perkembangan Laporan Penyakit

Memantau kemungkinan ditemukannya virus atau mikroorganisma baru dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien pneumonia berat. Memantau perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya di dunia agar dapat segera dilakukan langkah yang diperlukan di Indonesia.

7. Imbauan Bagi Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan diimbau mencermati perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya. Mencermati informasi dari Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan tentang perkembangan penyakit ini. Jika menemukan pasien dengan gejala pneumonia berat melakukan tatalaksana sesuai SOP/Standard Operational Procedure yang berlaku. Jika menemukan pasien yang diduga pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya, diminta melakukan tatalaksana sesuai SOP (Standard Operational Procedure) dan isolasi pasien, dan lainnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads