alexametrics

KPK Dalami Nilai Rekayasa Wajib Pajak Sejumlah Pihak Swasta

22 Desember 2021, 11:54:12 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap perpajakan pada Direktorat Jenderal Pajak pada 2016-2017. Lembaga antirasuah mendalami rekayasa nilai pajak yang diduga dilakukan oleh tersangka, Wawan Ridwan selaku supervisor Tim Pemeriksa Pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak dan Kepala Pajak Bantaeng Sulawesi Selatan sampai dengan Mei 2021.

Hal ini didalami tim penyidik KPK kepada Swasta/Bukti Manager The Time Place Tunjungan Plaza, Efendy Mulyo Winata; AMPM Watch Pakuwon Trade Centre, Robby Soehartono; Perwakilan PT Kedaung Satrya Motor, Ridwan Bin Saik; Direktur PT Sentratek Metalindo, Cecep dan pihak swasta, Widyawati. Mereka diperiksa di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (21/12) kemarin.

“Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan kegiatan usaha dari tersangka Wawan Ridwan yang diduga dalam pendirian usaha ini terdapat aliran sejumlah uang dari pemberian wajib pajak yang nilai penghitungan pajaknya di rekayasa oleh tersangka Wawan Ridwan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (22/12).

Sementara itu, seorang pihak swasta Adianto Widjaja tidak hadir. KPK akan menjadwalkan ulang terhadapnya.

“Adianto Widjaja (Swasta),tidak hadir dan dilakukan penjadwalan ulang,” ucap Ali.

KPK menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan suap perpajakan, yakni Wawan Ridwan selaku Supervisor Tim Pemeriksa Pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak/ Kepala Pajak Bantaeng Sulawesi Selatan sampai dengan Mei 2021. Saat ini menjabat selaku Kepala Bidang Pedaftaran, Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbartra).

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: