alexametrics

Asal Ada Usulan, Statuta UI Bisa Dibahas untuk Direvisi

22 Juli 2021, 13:46:16 WIB

JawaPos.com – Perubahan peraturan pemerintah (PP) tentang statuta Universitas Indonesia (UI) justru memperlihatkan dua sisi yang berseberangan. Di satu sisi, rangkap jabatan seperti yang dilakukan Ari Kuncoro jadi legal. Namun, di sisi lain, rangkap jabatan juga memicu persoalan: apakah pengangkatan rektor UI sebagai wakil komisaris utama/independen BRI legal berdasar aturan lama?

”Kalau mengacu aturan yang lama, rektor jelas dilarang merangkap sebagai pejabat di BUMN. Otomatis, muncul pertanyaan, ’Pengangkatan (sebagai komisaris) sah atau tidak?” ujar praktisi hukum yang juga mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Dasar hukum pengangkatan itu menjadi penting lantaran berkaitan dengan gaji dan fasilitas lain yang diterima Ari Kuncoro selama menjabat komisaris. ”Pertanyaan lain, setelah ini apakah rektor UI akan kembali diangkat menjadi komisaris dengan statuta UI yang baru atau dibiarkan dengan SK yang lama?” lanjut Febri.

PP 75/2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI) diteken Presiden Joko Widodo untuk menggantikan PP 68/2013. Dengan regulasi baru tersebut, rektor serta pejabat teras UI lainnya tidak dilarang rangkap jabatan sebagai komisaris BUMN/BUMD atau perusahaan swasta. Berbeda dengan PP 68/2013 tentang Statuta UI yang melarang hal tersebut.

Hingga kemarin (21/7), Ari belum membalas permintaan wawancara yang diajukan Jawa Pos. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp hanya dibaca.

Terpisah, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) Nizam mengungkapkan bahwa revisi PP itu digagas internal UI sejak 2019. Sesuai dengan UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, PTN BH (perguruan tinggi negeri berbadan hukum) seperti UI memiliki otonomi penuh mengelola perguruan tinggi untuk urusan akademik maupun nonakademik. ”Termasuk dalam mengajukan perubahan statuta,” katanya kemarin (21/7).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/lum/tyo/mia/c14/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads