alexametrics

Kemenag: Pengibaran Bendera Kalimat Tauhid di Sukabumi Tak Terkait HTI

22 Juli 2019, 08:26:53 WIB

JawaPos.com – Viral di media sosial, foto siswa MAN 1 Sukabumi mengibarkan bendera kalimat tauhid di halaman sekolahnya. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin telah menugaskan tim khusus untuk melakukan penelusuran dan penanganan serius terhadap kasus ini.

Menindaklanjuti arahan itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag), A Umar langsung mengunjungi MAN 1 Sukabumi, serta berkoordinasi dengan Kepala Kankemenag setempat. Tim telah melakukan konfirmasi dan verifikasi atas informasi yang beredar kepada Kepala MAN 1 Sukabumi dan siswa yang mengibarkan bendera.

“Berdasarkan penjelasan mereka dan keterangan sejumlah pihak, untuk sementara kami berkesimpulan bahwa tidak ada indikasi keterkaitan dengan HTI,” jelas A Umar dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (22/7).

Menurut Umar, kejadian ini lebih karena ketidakpahaman siswa terhadap sensitivitas penggunaan bendera yang mirip dengan bendera ormas terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bendera itu dikibarkan dalam event promosi seusai program pengenalan siswa baru. Mereka ingin menarik perhatian siswa baru untuk ikut ekskul keagamaan di madrasah.

“Namun demikian, kami masih terus melakukan penelusuran untuk mendapatkan data lebih komprehensif. Jika ternyata ditemukan unsur pidana, kami serahkan kepada penegak hukum,” terangnya.

Selain itu, tim juga memberikan pengertian dan pembinaan kepada para siswa dan guru MAN 1 Sukabumi. Mereka juga sudah menandatangani surat pernyataan sebagai komitmen untuk patuh pada pembinaan Kemenag.

Umar menegaskan, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap persoalan ini. Terlebih, Kemenag sedang menggencarkan internalisasi nilai agama yang selaras dengan nilai keIndonesiaan, terutama di lingkungan lembaga pendidikan.

“Tadi disepakati juga bahwa Kepala Kankemenag Sukabumi akan segera melakukan pembinaan ke seluruh madrasah setempat agar tidak terjadi kasus serupa serta tidak terpapar paham ekstrem dan pengaruh ormas terlarang,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Close Ads