alexametrics

Pandemi Bangun Karakter Disiplin, Bisa Dipaksakan Atau Kesadaran Diri

22 Juni 2021, 10:18:41 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk mengubah paradigma masyarakat. Selain mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, momen ini juga dapat membentuk karakter terutama jiwa kedisiplinan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan selama pandemi Covid-19 dapat terbentuk menjadi sebuah karakter. Namun, hal tersebut memerlukan waktu.

“Dalam suasana prihatin Covid-19, sudah banyak sekali perilaku positif seperti mengubah paradigma. Memang masih ada di lapangan yang tidak disiplin prokes (protokol kesehatan), tidak mau taat peraturan, protes, itu perlu waktu,” jelas dia dalam siaran pers, Selasa (22/6).

Perubahan paradigma dan pembentukan karakter ini perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat, yaitu melalui pendekatan kesadaran ataupun pendekatan secara coercive atau paksaan. Akan tetapi menurutnya, pendekatan kesadaran akan jauh lebih efektif untuk diterapkan di lingkungan masyarakat.

Meskipun tak dipungkiri, kadangkala pendekatan coercive juga perlu dilakukan untuk lebih mempertegas. “Yang bagus itu penyadaran, tapi dua-duanya tentu harus beriringan. Adakalanya pendekatan coercive juga perlu, masyarakat harus ditegasi dulu agar bisa menumbuhkan kesadaran,” tutur dia.

Terkait dengan sektor pendidikan, Muhadjir mengajak mahasiswa dan seluruh civitas akademika perguruan tinggi dapat berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat. Pasalnya, membangun karakter kesadaran akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

“Di sinilah juga pentingnya peran dari perguruan tinggi,” pungkas Menko PMK.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads