alexametrics

Kapolri Tekankan Antisipasi Kemacetan Mudik Hingga Vaksinasi Booster

22 April 2022, 21:08:18 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel gelar pasukan operasi ketupat Tahun 2022 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (22/4). Kegiatan itu merupakan pengecekan akhir untuk kesiapan menjelang pelaksanaan mudik Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2022.

“Apel gelar pasukan ini melibatkan stakeholder yang ada baik dari Kemenhub, TNI, Pemerintah Daerah, Jasa Raharja, Pertamina, Basarnas, Kemenkes, sampai BMKG. Tidak hanya di Monas, namun seluruh wilayah secara bersamaan,” kata Sigit di Lapangan Monas.

Sigit mengungkapkan, apel juga untuk memastikan kesiapan dari seluruh personel stakeholder terkait, kesediaan sarana dan prasarana hingga persiapan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2022.

Sigit kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan mudik sebelum 28, 29, dan 30 April 2022. Tiga hari itu  diprediksi menjadi puncak arus mudik Lebaran tahun ini. Dia lantas mengutip data dari Kemenhub yang menyebut 83 juta warga akan melakukan mudik.

Dari jumlah itu, sebanyak 23 juta diantaranya mudik menggunakan mobil dan 17 juta dengan motor. Dengan melakukan mudik lebih awal, dapat mengurangi potensi terjadinya kemacetan di jalan tol ataupun jalur darat lainnya.

“Oleh karena itu, kita mengimbau agar pelaksanaan mudik bisa diatur oleh teman-teman. Seperti instansi swasta untuk memberikan kesempatan mudik lebih awal kepada karyawan-karyawannya. Dan ini sudah diatur dalam surat edaran Menaker,” terang Sigit.

Sementara instansi pemerintah atau ASN yang juga diberikan kesempatan untuk mudik agar bisa mengatur jadwal dengan baik. “Diharapkan dengan memanfaatkan waktu yang ada, maka potensi kemacetan di jalan khususnya jalur tol bisa kami kelola dengan baik,” papar Sigit.

Meski dimikian, Sigit memastikan bahwa pemerintah,  Polri, dan seluruh stakeholder telah menyiapkan strategi pengaturan untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas (lalin) saat puncak arus mudik. Beberapa strategi yang disiapkan adalah One Way, Contraflow, dan ganjil-genap.

Tak hanya itu, Sigit menyebut bahwa pemerintah juga telah menyiapkan jalur alternatif dengan baik. “Misalnya jalur alternatif Pantura dan Pantai Selatan yang saat ini dalam keadaan baik dan siap digunakan sebagai alternatif jalur mudik,” ucap eks Kabareskrim Polri ini.

Untuk mengurangi beban atau potensi kemacetan yang terjadi di jalur darat, Sigit mengimbau kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan moda transportasi umum lainnya dalam melaksanakan mudik. “Ada alternatif moda transportasi yang bisa dipilih seperti kereta api yang saat ini sudah menyiapkan tambahan kurang lebih 20 ribu tempat duduk setiap harinya,” jelas mantan Kapolda Banten tersebut.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan pemerintah dan beberapa instansi terkait lainnya juga telah menyelenggarakan mudik bersama secara gratis. Tentunya, hal positif tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang hendak mudik.

“Kita imbau kepada masyarakat untuk manfaatkan seluruh alternatif-alternatif, fasilitas serta moda transportasi yang dipersiapkan. Sehingga macet bisa dihindari,” tutur Sigit.

Selain menyiapkan upaya dan strategi mudik, Sigit menegaskan kepolisian bersama instansi terkait juga akan mengoptimalkan akselerasi vaksinasi dosis III atau booster bagi para pemudik. Hal itu, untuk mengoptimalkan imunitas atau tingkat kekebalan seluruh masyarakat. “Harapan kita saat kembali bertemu orang tua dan keluarga, imunitas yang pulang mudik betul-betul memiliki kekebalan dan tidak menjadi carrier. Demikian juga orang tua dan keluarga kita juga mendapatkan kekebalan. Oleh karena itu program vaksinasi diharapkan bisa diikuti secara maksimal. Sehingga pasca-Idul Fitri laju pertumbuhan covid betul-betul bisa kita kendalikan,” kata Sigit.

Dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran, sebanyak 144.392 personel gabungan dikerahkan. Seluruh personel tersebut akan mengisi 2.702 posko yang terdiri dari 1.710 pos pengamanan, 734 pos pelayanan, dan 258 pos terpadu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads