alexametrics
Disorot soal Jual Beli Jabatan

Kemenag Beberkan Keberhasilan Semasa Lukman Hakim

22 Maret 2019, 11:01:37 WIB

JawaPos.com – Setelah tertangkapnya mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Kementerian Agama (Kemenag) kini menjadi sorotan publik. Di sinyalir di kementerian itu terdapat praktik jual beli jabatan secara masif. Apalagi saat OTT juga terdapat dua pejabat Kemenag ikut terjaring. Kini mereka ikut menyandang status tersangka.

Tidak mau dianggap mengalami kebobrokan, pihak Kemenag pun membeberkan keberhasilan mereka selama dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki menyatakan, semenjak dipimpin Lukman Hakim, kementerian yang dikenal dengan tagline Ikhlas Beramal itu meraih sejumlah prestasi. Di antaranya mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keberhasilan itu diraih pada tahun pertama kepemipinan Lukman Hakim atau 2014.

Namun keberhasilan itu sedikit menurun karena mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK. sehingga perbaikan tata kelola keuangan terus digalakkan hingga opini ini merangkak membaik.

“LKKA (Laporan Keuangan Kementerian Agama, red) Kemenag tahun 2016 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Prestasi ini berhasil dipertahankan pada LKKA tahun 2017. Ini tentu indikasi adanya perbaikan,” kata Mastuki dalam keterangannya, Jumat (22/3).

Dengan diperolehnya WTP, imbuh Mastuki, auditor BPK meyakini bahwa berdasar bukti-bukti audit yang dikumpulkan, Kemenag telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik. Kalaupun ada kesalahan, itu dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.

Sementara untuk reformasi birokrasi dari indeks penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB), indeks RB Kemenag baru 54,83 atau masuk kategori “CC”. Perlahan angka itu naik menjadi 62,28 atau “B” (2015), 69,14 atau “B” (2016), 73,27 atau “BB” (2017), dan 74,02 atau “BB” (2018).

“Ada kenaikan cukup signifikan dalam lima tahun terakhir, dari 62,28 menjadi 74,02 atau dari “CC” menjadi “BB”. Proses perbaikan terus dilakukan, semoga tahun depan kami sudah masuk kategori “A”,” tegas Mastuki.

Untuk diketahui, dua pejabat Kementerian Agama pada Jumat (15/3), tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Surabaya, Jawa Timur. Sehari kemudian, KPK menetapkan dua ASN Kemenag dan Ketum PPP Romahurmuziy sebagai tersangka.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan

Copy Editor :

Kemenag Beberkan Keberhasilan Semasa Lukman Hakim