JawaPos Radar

Kata Prabowo Indonesia akan Bubar di 2030, Jusuf Kalla: Itu kan Fiksi

22/03/2018, 12:41 WIB | Editor: Estu Suryowati
JK cawapres jokowi, jusuf kalla
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Raka Denny/Jawapos)
Share this image

JawaPos.com – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) ikut menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030. Menurut JK pernyataan Prabowo itu mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Tentu sesuatu yang mendapat perhatian. Tapi, itu kan fiksi,” ujar JK usai simposium di Universitas Indonesia, Kamis (22/3).

Kendati demikian, dia mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut bisa jadi benar-benar terjadi jika masyarakat tidak menjaga persatuan dan kesatuan. Buktinya, sudah banyak negara yang bubar gara-gara perpecahan.

prabowo subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah), bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said (kiri). (dok. JawaPos.com)

“Bisa saja terjadi seperti di Balkan, di Rusia Uni Soviet. Ya, hal itu sering terjadi. Perpecahan,” kata JK.

Nah, agar pengalaman beberapa negara tersebut tidak terjadi di Indonesia, maka dia selalu mengingatkan warga negara semua untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan.

Dengan terjaganya persatuan dan kesatuan, dia pun berharap pemilihan umum berjalan dengan aman seperti selama ini.

“Karena hal (perpecahan) itu terjadi banyak (di) negara. Dan Alhamdullilah, kita tidak,” ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto secara mengejutkan menyebut bahwa pada tahun 2030 nanti negara Indonesia diprediksi akan bubar. Pernyataan itu termuat dalam sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik yang di-posting di akun resmi Facebook Gerindra, Senin (19/3).

Menanggapi hal itu, Wakil ketua DPR, Fadli Zon mengatakan, ungkapan tersebut hanya sebuah warning dan kritikan bagi pemerintah yang dianggap belum bekerja maksimal. Sebab, jika hal itu dibiarkan akan berdampak buruk bagi keberlangsungan negara ini.

“Itu namanya warning, ya. Kita itu ingin Indonesia lebih dari 1.000 tahun, 2.000 tahun, selamanya sampai kiamat. Tapi kalau cara memimpin Indonesia sama seperti sekarang ya bisa kacau,” ungkap Fadli di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (20/3).

(jun/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up