alexametrics

‎Kepala BNPT Akui Teroris Selalu Pintar dalam Penyamaran

21 November 2019, 17:39:50 WIB

JawaPos.com – Bom bunuh diri di Polrestabes Medan menyedot perhatian semua kalangan. Bahkan, sebanyak 74 orang terduga teroris telah ditangkap oleh pihak kepolisian setelah kejadian itu. Beberapa di antaranya tewas ditembak karena melawan saat akan dibekuk.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, saat ini pelaku bom bunuh diri atau teroris selalu pintar dalam penyaraman. Sehingga hal ini menjadi perhatian penting bagi BNPT dan aparat keamanan lainnya.

Misalnya bom bunuh diri di Medan, pelaku menggunakan jaket ojek online untuk mengelabui petugas kepolisian. Alhasil enam orang dinyatakan luka-luka akibat aksi bom bunuh diri itu.

‎”Ini jadi modus-modus baru yang harus kita waspadai, sel-sel itu semuanya kita monitor. Tapi kan ada juga modus-modus yang berubah karena kewaspadaan mereka juga,”‎ ujar Suhardi dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Kamis (21/11).

BNPT juga terus bekerja sama dengan Polri. Hal itu dilakukan untuk memberikan informasi dan juga lainnya mengenai adanya sel-sel atau jaringan teroris yang ada di Indonesia.

Saat ini menurut Suhardi, para teroris semakin pintar dan berhati-hati dalam bergerak. Mereka juga bisa belajar lewat jejaring media sosial dan juga internet. Hal ini yang menjadi perhatian penuh bagi BNPT.

“Mereka (teroris) sekarang tentunya agak hati-hati dalam bergerak. Mereka bergerak dengan sistem kelompok-kelompok dan dia tidak bunyi, karena kalau bunyi pasti akan segera diambil polisi,” katanya.

Suhardi juga berpesan kepada kepala daerah, ketua RT, RW dan masyarakat untuk melaporkan ke pihak kepolisian apabila menemukan hal aneh terhadap warganya. Sebab para teroris sangat pintar dalam melakukan penyamaran.

“Mudah-mudahan ini menjadi hal yang sangat baik,” ungkapnya.

Diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di lingkungan Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11), ledakan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Terduga pelaku ledakan berjumlah satu orang. Sementara, korban luka-luka sebanyak enam orang.

Ledakan terjadi saat banyak warga yang hendak mengurus pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan layanan lain di Mapolresta Medan. Polisi saat itu juga hendak melakukan apel pagi.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo‎ mengatakan, kronologi kejadian terjadi pada hari Rabu, sekitar pukul 08.20 WIB pelaku masuk dari pintu depan penjagaan berjalan kaki dan ditanya oleh petugas jagaan yang bernama Bripda Kristian Simanjuntak.

Selanjutnya Bripda Kristian pelaku disuruh membuka jaket bertulisan salah satu ojek online dan pelaku mengaku akan membuat SKCK dan selanjutnya pelaku berjalan menuju ke dalam halaman.

Ledakan bom mengakibatkan enam orang luka-luka. Empat anggota kepolisian, satu anggota PHL dan satu orang warga yang tengah membuat SKCK. Saat ini korban luka-luka masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara.

Korban luka-luka antara lain, Kompol Abdul Mutolip Kasi Propam Polrerabes Medan mengalami luka tangan kanan robek, Kompol Sarponi Kasubag Bin Ops Polrestabes Medan mengalami luka robek bokong sebelah kanan.

Aipda Deni Hamdani Brigadir di Propam Polrestabes Medan mengalami luka-luka terkena serpihan, Bripka Juli Chandra Brigadir di Propam Polrestabes Medan mengalami telinga sebelah kanan tidak bisa mendengar.

Ricard Purba PHL Bag Ops mengalami luka memar di wajah dan lengan dan Ihsan Mulyadi siregar, laki-laki (27) mahasiswa, Jalan Bakti Suka Dono Dusun IV Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal, mengalami luka di pinggul sebelah kiri terkena serpihan.

Akibat ledakan di Polrestabes Medan beberapa fasilitas rusak. Beberapa kendaraan polisi yang rusak antara lain Mobil Dinas Kabag Ops mengalami rusak kaca pecah dan terkena serpihan. Kemudian mobil pribadi Kabag Ops rusak dan dua unit truk dinas mengalami kaca pecah dan terkena serpihan ledakan.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads