JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tak Ingin Gaji Rp 20 Juta, Ini Impian Para Guru yang Sebenarnya

21 November 2018, 20:20:59 WIB | Editor: Kuswandi
Guru Honorer
Ilustrasi: Guru Honorer (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Janji kampanye kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, mereka berencana menaikkan gaji guru hingga Rp 20 juta.

Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) menilai angka tersebut tidak realistis. Pasangan nomor urut 02 itu disebut hanya memanfaatkan guru dalam memperoleh suara pada Pilpres 2019 mendatang.

Padahal, para guru terutama honorer hanya menginginkan kepastian pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS). Mereka ingin lolos menjadi abdi negara itu tanpa tes karena telah mengabdi selama puluhan tahun.

“(Harapannya gaji) sesuai UMP, dan punya kepastian hukum jadi PNS/ASN. Impiannya adalah PNS/ASN tanpa tes tertulis karena sudah mengabdi puluhan tahun, yang selama ini yang mengisi kekosongan guru di sekolah negeri adalah guru honorer, eh begitu rekrutmen CPNS dikasih orang lain,” ujar Sekjen FPHI M Nur Rambe kepada JawaPos.com, Rabu (21/11).

Sebagai pembela para honorer, dia pun mengaku telah kecewa kepada pemerintah atas birokrasinya. “Di mana hati pejabat negara dalam hal ini. Ibarat di dalam satu keluarga di sebuah rumah, masa iya yang disejahterakan itu orang dari luar, jahatnya birokrasi itu sangat terlihat,” tutur dia.

Menurutnya, penyelenggaraan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang harus sesuai aturan undang-undang (UU)hanyalah alasan belaka. “Di sana sekalipun alibinya tidak boleh langgar UU, tapi kan UU yang buat manusia juga. Artinya kembali ke niat baik pemerintah atas hal ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Mardani Ali Sera mengatakan, kebijakan itu bakal diajukannya guna memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Gaji guru yang besar juga dapat membuat guru-guru yang terseleksi merupakan figur yang terbaik. Baginya, salah satu cara meningkatkan kualitas guru yakni melalui gaji yang besar.

"Karena itu perbaikan utama mau tidak mau gaji guru dinaikkan menjadi Rp 20 juta, diseleksi dengan baik gurunya," kata Mardani di kawasan Duren Sawit, Jakarta, Selasa (20/11) kemarin. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up