alexametrics

Modifikasi Cuaca Diklaim Berhasil Turunkan Hujan

21 September 2019, 15:31:01 WIB

JawaPos.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera hari ini, Sabtu (21/9). Operasi dilakukan setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengirimkan informasi potensi awan hujan sebagai target penyemaian.

Operasi TMC pada hari Jumat lalu (20/9) sendiri berhasil menyebar garam 800 kg di Kalimantan Barat (Kalbar), 1.500 kg di Kalimantan Tengah (Kalteng), dan 2.400 kg di Riau. Hujan turun di beberapa wilayah di Kalbar, Kalteng, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Riau.

Pesawat operasional TMC di Kalimantan diterbangkan dari Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng, dengan menggunakan Pesawat TNI AU. Pesawat dengan tipe CN-295 tersebut berkapasitas 2.400 kg. TMC juga dilakukan dengan pesawat TNI AU jenis Cassa 212-200 yang berpangkalan di Bandar Udara Supadio, Pontianak.

Sementara itu, operasi TMC di wilayah Sumatera dilakukan dari Pangkalan Udara Roesmin Noerjadin, Pekanbaru, Riau dengan menggunakan pesawat TNI AU. Pesawat yang digunakan berjenis Hercules C-130 dengan kapasitas 4.000 kg dan Cassa 212-200 yang berkapasitas 800 kg.

Operasi TMC di Kalimantan sudah dilakukan sejak hari Selasa (17/9), dengan menyemai awan dengan garam (NaCl) sebanyak 1.500 kg di wilayah Timur Banjar, Pulang Pisau, dan Sampit. Hasilnya hujan belum juga turun.

Pada Rabu (18/9) lalu dilanjutkan dengan penyemaian awan dengan garam (NaCl) sebanyak 1.500 kg di wilayah Kabupaten Katingan, Utara Palangkaraya dan Kabupaten Kapus. Hasilnya juga belum turun hujan. Hari Kamis (19/9), tidak dilakukan penyemaian karena tidak ada potensi awan hujan.

Kemudian Jumat (20/9) kemarin dari pukul 13.20 WIB sampai dengan pukul 15.35 WIB dilakukan penyemaian awan dengan garam (NaCl) sebanyak 2.400 kg di wilayah Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Sampit, Gunungmas, Barito, Katingan, dan Kota Palangkaraya. Hasilnya hujan deras turun di Pulang Pisau, Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya, Martapura, dan Martapura Provinsi Kalsel.

Sementara di Kalbar, Jumat (20/9) siang kemarin, disemai garam sekitar 800 kg di sekitar Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang. Hasilnya di Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang hujan, juga Kota Pontianak diguyur hujan intensitas sedang.

Demikian juga di Riau yang pada Jumat (20/9) kemarin dilakukan penyemaian awan sebanyak 4.000 kg di wilayah Siak, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Hasilnya hujan turun deras di wilayah Kelurahan Bukit Kapur Kota Dumai dekat perbatasan Kabupaten Bengkalis.

Menyusul hari ini, Sabtu (21/9) sejumlah 10 ribu kg Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor aktif untuk operasi mengurangi kepekatan kabut asap di Kalimantan sudah datang di Palangkaraya. Sedangkan untuk Riau sebanyak 10 ribu kg kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi.

Dengan kombinasi operasi pengurangan kabut asap dengan kapur tohor aktif dan TMC, hujan diharapkan turun lebih mudah sehingga karhutla dapat padam dan langit kembali biru.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads