JawaPos Radar

Momen Tahun Baru Islam, Habib Rizieq Serukan Bahaya PKI

21/09/2017, 18:07 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Habib Rizieq Shihab kembali menyerukakan perjuangan Islam di Indonesia. Hal ini bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah. Pada momentum ini dia mengajak umat Islam agar jangan pernah berhenti melakukan perjuangan di Indonesia.

Rizieq Shihab saat ini berada di luar negeri. Melalui rekaman suara yang diterima JawaPos.com, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu mengaku sedang berhijrah ke luar negeri mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

"Hijrah merupakan perjuangan istimewa dalam sejarah Islam, sehingga wajar dan sangat dimengerti kalau Syaidina Umar Ibnu Khatab menjadikan tahun peristiwa hijrahnya Nabi sebagai tahun pertama dari kalender Islam," kata Rizieq Shihab dalam siaran rekaman yang diterima JawaPos.com, Jakarta, Kamis (21/9).

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab (Dok JawaPos.com)

Pada momentum 1 Muharam 1439 Hijriah, Rizieq menilai Islam di tanah air saat ini masih diserang dari segala penjuru oleh pemegang kekuasaan.

Tidak hanya itu, meski dirinya tidak ada di Indonesia dia terus memantau pergerakan yang ada di tanah air. Ia menyebut bahwa gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) terus berkembang dengan pembiaran dari aparat penegak hukum dan aparatur pemerintah.

"Gerakan-gerakan PKI yang sangat berbahaya terus merajalela di seantero negeri, dengan pembiaran dari pihak aparat untuk mereka melaksanakan kegiatan," ucapnya.

Bahkan dia menilai, Indonesia sudah terjajah dan dijual oleh bangsa asing dan aseng. "Tidak hanya melihat disitu bagaimana negeri kita mulai dijajah, negeri kita terjual kepada pihak asing dan aseng," ujarnya.

Melihat hal itu, ia bersama para pendukungnya tidak akan pernah berhenti untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

"Saya tegaskan sekali lagi tidak ada perdamaian dengan musuh Islam. Tidak ada rekonsiliasi dengan pihak manapun," tegasnya.

(cr5/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up