alexametrics

Layanan Publik Mulai Pulih di Papua-Papua Barat

Bandara dan Pelabuhan Tetap Beroperasi
21 Agustus 2019, 10:11:46 WIB

JawaPos.com – Aksi massa di Papua dan Papua Barat Senin (19/8) disebut tidak hanya dipicu isu rasisme. Berkembang juga kabar bahwa aksi itu merupakan akumulasi dari perasaan tidak adil yang dirasakan sebagian warga Papua.

Namun, isu itu ditepis pemerintah pusat. Pemerintah merasa telah memberikan perhatian tinggi kepada Papua. Salah satu indikatornya, dana yang dikucurkan untuk Provinsi Papua dan Papua Barat selalu naik.

Bahkan, tahun depan, dana otonomi khusus (otsus) yang akan diberikan mencapai Rp 13,05 triliun.

Dana sebesar itu terdiri atas anggaran otsus Rp 8,37 triliun dan tambahan infrastruktur dalam rangka otsus Rp 4,68 triliun. Kebijakan otonomi khusus bagi Papua dan Papua Barat tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001. Sebagian isinya direvisi dalam Perppu 1/2008 yang menjadi UU 35/2008. Salah satu keistimewaan tersebut berkaitan dengan perangkat daerah maupun suksesi kepemimpinan daerah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, otonomi yang diberikan kepada Papua sudah luar biasa. “Secara hukum, teman-teman Papua bisa jadi gubernur di Jakarta atau Jawa Barat. Tapi, orang Jakarta tidak bisa menjadi gubernur di Papua,” terangnya di Kantor Wakil Presiden kemarin (20/8).

JK tidak menampik anggapan bahwa Jakarta (baca: negara) begitu sering mengambil kekayaan ekonomi Papua. Namun, bila subsidi yang dikeluarkan negara untuk Papua dihitung, angkanya jauh lebih besar daripada yang diambil. Sebagai gambaran, bila royalti yang diambil negara dari Freeport maupun tambang lain mencapai Rp 20 triliun, anggaran negara untuk Papua mencapai Rp 100 triliun. “Papua itu disubsidi habis,” lanjutnya.

Karena itu, JK meminta semua pihak menahan diri. “Kita harap ini akan cooling down,” tambahnya. Apalagi, jajaran pemda di Jawa Timur sudah meminta maaf atas insiden yang menimpa mahasiswa Papua. Masyarakat Papua diharapkan menerima permintaan maaf tersebut.

UU Otsus Papua juga mengamanatkan pemberian dana yang nilainya 2 persen dari dana alokasi umum (DAU) nasional. Namun, pemberian alokasi dana otsus itu hanya berlaku selama 20 tahun. Artinya, 2021 adalah tahun terakhir Papua dan Papua Barat mendapat dana otsus.

Namun, menurut Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Syarifuddin, sampai saat ini pemerintah belum mengambil sikap untuk kelanjutan anggaran otsus Papua. “Tapi, saya berpikir bahwa pemerintah tentu tidak akan mendadak mengambil keputusan,” ucapnya kemarin.

Yang paling mungkin, setelah 2021 pemerintah akan mengevaluasi pemberian dana otsus itu. Berdasar evaluasi tersebut, barulah pemerintah akan mengambil sikap. Evaluasi yang dilakukan bisa bermacam-macam. Misalnya, apakah besaran dana otsus dievaluasi atau bisa juga dalam bentuk lain.

Untuk saat ini pihaknya hanya memprediksi bahwa masyarakat Papua masih akan mengharapkan kucuran dana otsus. Karena itu, dana otsus bisa jadi akan tetap ada, hanya bentuk kebijakannya yang saat ini masih dalam kajian.

Sementara itu, aksi demonstrasi di Manokwari, Papua, tidak berdampak terhadap layanan publik. Operasional pelabuhan di wilayah Papua dan Papua Barat tetap normal. “Tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Sorong, dan Pelabuhan Manokwari, telah melayani aktivitas kepelabuhanan sejak dini hari tadi,” ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad kemarin. Sebelumnya, kegiatan kepelabuhanan sempat terhenti akibat unjuk rasa di Manokwari.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro menyatakan, seluruh aktivitas pelayanan berjalan normal meski terjadi demonstrasi. Hanya, adanya demonstrasi berdampak pada tidak aktifnya jaringan internet. Tetapi, hal itu tidak memengaruhi pelayanan. “Di Manokwari jaringan internet tidak aktif sehingga pelayanan penjualan tiket secara online otomatis tidak dapat berfungsi,” ucapnya. Untuk menanggulangi hal itu, Pelni melayani penjualan tiket di kantor cabang.

Di sisi lain, layanan kebandarudaraan dipastikan aman. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan, kerusuhan yang terjadi di beberapa titik Manokwari tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandar Udara Rendani, Manokwari. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menyatakan bahwa aktivitas Bandar Udara Rendani tetap berjalan seperti biasa. Polana mengimbau seluruh stakeholder penerbangan tetap siaga dan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan aktivitas dan layanan BUMN di Manokwari dan beberapa wilayah Papua berjalan dengan baik. Meski, ada beberapa kantor BUMN yang mengalami kerusakan atau dihentikan aktivitasnya untuk sementara hingga situasi kondusif. ”BUMN tetap menjaga pelayanan, terutama yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik, saluran telekomunikasi, pasokan BBM, layanan perbankan, dan pelayanan transportasi,” ujar Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo.

Namun, beberapa jaringan kantor perbankan di Manokwari harus menutup layanannya dengan alasan keamanan. Misalnya, BRI. Bank tersebut tidak mengoperasikan seluruh jaringan kantor perseroan di Manokwari. Sebagai alternatif, nasabah BRI dapat menggunakan jaringan ATM BRI ataupun mobile banking dan internet banking untuk melakukan transaksi. Bank Mandiri pun sama. Mereka menutup sementara aktivitas kantor cabang di Manokwari dan Abepura dengan alasan keamanan.

Saat ini Bank Mandiri memiliki tujuh kantor layanan di wilayah Manokwari. Namun, masyarakat Manokwari tetap dapat melakukan transaksi keuangan melalui jaringan electronic banking Bank Mandiri. Misalnya, Mandiri Online, ATM, dan EDC yang tersebar di berbagai wilayah Manokwari. Bank Mandiri menyediakan 30 unit ATM dan 216 unit EDC di berbagai wilayah Manokwari.

Lebih lanjut, BNI mengalihkan operasional di 2 (dua) outlet, yaitu Kantor Cabang Manokwari dan Kantor Kas Wosi di Manokwari ke Kantor Kas Pemda. ”Manajemen BNI terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta aparat berwajib untuk melakukan pemantauan lebih lanjut,” terangnya. Sedangkan Bank BTN menutup sementara aktivitas layanan perbankan di enam outlet-nya, yaitu KCP Manokwari, KCP Waena, KCP Sorong, KK Sentani, KK Abepura, KC Jayapura, hingga situasi kembali kondusif. Nasabah Bank BTN bisa mengakses layanan transaksi perbankan lewat ATM, mobile banking BTN, dan internet banking.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tim jawa pos/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads