JawaPos Radar | Iklan Jitu

Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Tidak Boleh 'Ge-er'

21 Juli 2018, 20:20:58 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Mahfud MD
BURSA CAWAPRES: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat menghadiri sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Sabtu (21/7).  (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengklaim tak mau ambil pusing apabila dirinya tak terpilih jadi pendamping Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Ia juga mengaku tak mau berbesar kepala soal kabar namanya masuk ke dalam nama-nama cawapres yang disaring sang petahana selama ini.

"Dari semua nama yang beredar itu, belum tentu dipilih. Tapi intinya, kita harus siap menunggu panggilan sejarah. Dan juga tidak boleh ge-er," terangnya saat menghadiri sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Sabtu (21/7). 

Ia sendiri mengaku tak pernah berkontak langsung dengan partai politik maupun Jokowi terkait hal ini. "Kan wartawan bisa tanya, ke Pak Jokowi, ke parpol, jadi lebih tahu soal calon pendamping itu. Kalau saya tidak pernah berbicara soal cawapres itu baik ke Pak Jokowi atau ke partai," sambungnya.

Di saat bersamaan, Mahfud juga menampik kabar bahwa ia meminta restu ke pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang KH Maimoen Zubaer. Ia hanya menyebut sudah menjadi rutinitas baginya untuk menemui ayahanda wacagub Jateng terpilih Taj Yasin.

"Kemarin infonya Mbah Moen (Maimoen) kurang sehat, jadi saya menengok. Tapi sekarang sudah sehat," sambungnya. 

Namun, dalam pertemuannya dengan Mbah Moen, keduanya sempat membahas nama-nama calon yang sudah dikantongi Jokowi. Menurut Kiai Karismatik itu, semua nama baik.

Lebih jauh, Mahfud menilai masa kepemerintahan Jokowi yang turut membawa sejumlah kemajuan. Diantaranya kemajuan literasi serta meningkatnya tingkat kepercayaan publik pada upaya pemberantasan korupsi melalui KPK. 

"Kepolisian juga berbenah, netral dalam pemilu dan penegakan hukum. Tapi soal kasus politik masih ada beberapa yang tersendat tapi tarafnya biasa," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up