alexametrics
Sidang Sengketa Pilpres MK

Yusril Berencana Pidanakan Saksi 02 Terkait Pemberian Keterangan Palsu

21 Juni 2019, 15:15:05 WIB

JawaPos.com – Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra berencana memidanakan saksi Prabowo-Sandi yang memberikan keterangan palsu dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019, yang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satunya, kata Yusril, Beti Kristiana yang membawa amplop surat suara palsu.

“Ada kemungkinan selesai sidang ini. Tergantung kepentingan dari pihak berperkara. Kami mewakili Pak Jokowi, apakah beliau ingin saksi ini ditindaklanjuti secara pidana, ya, nanti kami konsultasikan ke beliau,” kata Yusril ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

Dugaan Beti memberikan keterangan palsu dilihat dari amplop cokelat yang diserahkannya ke Hakim MK. Amplop itu diklaim Beti berisi surat suara pilpres yang tercoblos untuk paslon tertentu.

Padahal, Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) telah mengklarifikasi amplop cokelat Beti. Bahkan, KPU juga membawa amplop yang digunakan untuk surat suara. KPU membeberkan bahwa amplop untuk surat suara memiliki segel.

Dari situ, Yusril menilai terdapat kejanggalan dari amplop yang diserahkan Beti ke MK. “Ini serius, ya, masalah amplop ini, karena diduga palsu,” ucap Yusril.

Selain itu, Yusril pun menyinggung tentang dugaan saksi tim kuasa hukum paslon 02 yang menyembunyikan identitas di sidang sengketa pilpres 2019. “Ada saksi yang hadir keterangannya tidak bohong, tetapi latar belakangnya dia berbohong. Itu harus kami perjuangkan juga,” kata Yusril.

“Misalnya, mengaku tidak ada kaitan dengan paslon 02. Namun, ternyata dia adalah timses 02. Kami tunjukkan juga nanti, ada dua kategori ini. Ada yang palsu keterangannya, ada yang palsukan identitas,” jelas Yusril.

Tim Hukum Lepas Tangan soal Keaslian Amplop
Menanggapi pernyataan Yusril, anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah mempersilakan Yusril menempuh jalur pidana. Menurutnya, tingkah Yusril akan membawa saksi 02 ke jalur pidana adalah bentuk ketakutan.

“Oh, silakan. Kalau ada kebohongan, dalam memberikan keterangan, ya dia terjerat dengan hukum pidana,” ucap Nasrullah.

Nasrullah juga menyebut, langkah Yusril inilah yang selama ini dikhawatirkan saksi dari kubu Prabowo-Sandi. Bahwa kesaksian mereka malah akan dipidanakan oleh kuasa hukum 01.

“Tapi itulah yang dikhawatirkan oleh saksi-saksi 02 yang ada selama ini terkait dengan adanya peluang untuk dikriminalisasi. Termasuk ancaman fisik, makanya kami minta perlidungan,” ujarnya.

Nasrullah mengingatkan terdapat aturan di KUHAP yang menyebut kesaksian palsu hanya bisa dipidanakan usai majelis hakim menetapkan bahwa saksi berbohong. “Sekarang sudah ada belum penetapan hakim yang dia memberikan keterangan palsu,” ucap Nasrullah.

Majelis hakim MK, kata Nasrullah, sampai saat ini belum menetapkan Beti memberikan kesaksian palsu. “Penyidik tidak boleh menyidik secara begitu saja laporan itu. Kalau tidak ada penetapan hakim, tidak bisa disidik,” ungkap dia.

Nasrullah mengakui, tim hukum Prabowo-Sandi memang sudah mendaftarkan amplop dari saksi Beti ke panitera MK. Namun, pihak paslon 02 melepas tanggung jawab terhadap keaslian amplop itu.

“Kalau masalah amplop, kami kuasa hukum tidak tahu amplop itu palsu atau bohong-bohongan, yang bawa saksi. Saksi menerangkan amplop itu diperolehnya di halaman kantor kecamatan. Silakan elaborasi, silakan kejar siapa yg membuang amplop itu,” pungkas Nasrullah.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads