alexametrics
Sidang Sengketa Pilpres MK

TKN Sebut Saksi BPN Berbohong soal Moeldoko di Sidang MK

Materi yang Disampaikan Milik Instruktur Lain
21 Juni 2019, 11:26:41 WIB

JawaPos.com – Nama Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko disebut-sebut dalam sidang sengketa pilpres 2019 yang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK). Saksi fakta dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hairul Anas meyebut, mantan Panglima TNI itu mengatakan kecurangan adalah hal yang biasa di alam demokrasi.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga mengatakan‎, keterangan Hairul Anas itu merupakan kebohongan. Dia menegaskann, Moeldoko tidak pernah mengungkapkan hal seperti yang diucapkan Hairul Anas tersebut.

‎”Ini ada kebohongan publik dalam proses sidang. Pak Moeldoko tak pernah mempresentasikan itu. Jadi, bahan yang ditampilkan itu bukan bahannya Pak Moeldoko. Tapi, bahannya tim instruktur lainnya,” ujar Arya saat dihubungi, Jumat (21/6).

Memang dalam pelatihan saksi yang digelar di sebuah hotel di kawasan Kelapa Gading itu, dipaparkan materi mengenai bentuk-bentuk kecurangan. Saksi perlu mengetahui hal itu supaya bisa mengatisipasi apabila terjadi kecurangan.

“Maka itu semua saksi pasti diberi materi tentang bagaimana kecurangan itu terjadi. Tujuannya untuk bisa diantisipasi oleh saksi,” katanya.

Arya pun berharap, Hairul Anas bisa ditindak oleh pihak kepolisian atas pernyataan bohongnya di dalam persidangan. ‎”Agar Anas ini dipidanakan oleh TKN. Jadi, saya mengusulkan (ditindak), karena dia melakukan kebohongan publik, dan pemelintiran informasi,” ungkapnya.

Terpisah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade yakin apa yang disampaikan Hairul Anas adalah kebenaran. Selain itu, Andre juga menyinggung soal cerita Hairul Anas terkait Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyebut aparat jangan sampai netral dalam proses demokrasi lima tahunan ini.

Atas dasar itu, ia menduga Jokowi-Ma’ruf Amin bisa menang besar di Jawa Tengah karena aparatnya tidak netral. “Karenanya di Jawa Tengah suara Pak Jokowi wajar banyak, orang Gubernurnya bilang begitu,” tegasnya.

Sebelumnya,‎ dalam sidang MK Kamis (20/6) dini hari, ‎caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) di pemilu 2019, Hairul Anas Suaidi menjadi saksi fakta dari Tim Hukum BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam kesaksiannya, pada 20-21 Januari, dirinya pernah dikirim PBB untuk mengikuti pelatihan saksi di hotel di kawasan Kelapa Gading.

Lebih lanjut, Hairul mengatakan, ada satu materi pelatihan tentang kecurangan dalam demokrasi. Dia menyebut, Moeldoko di dalamnya mengatakan kecurangan merupakan hal yang umum terjadi di negara demokrasi.

“Materi ini di-upload ke suatu drive dan ditayangkan pada saat Bapak Moeldoko, kalau tidak salah,” kata caleg DPR RI dari Dapil Jawa Timur 11‎ yang meliputi seluruh Madura ini.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads