alexametrics
Sidang Sengketa Pilpres MK

MK Tegaskan Situng Bukan Penentu Pemenang Pemilu

21 Juni 2019, 11:38:39 WIB

JawaPos.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan, Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) bukanlah instrumen untuk menentukan pemenang resmi pemilu 2019. Situng hanya berfungsi untuk menyampaikan keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan kontrol masyarakat.

“Fungsi Situng itu bukan untuk menentukan perolehan suara yang benar,” kata Hakim Konstitusi, Arief Hidayat di ruang sidang MK, Kamis (20/6).

Arief menuturkan, pernyataan yang dia sampaikan sesuai kewenangan Undang-undang yang menyatakan hasil Situng bukan penentu dari pemenang pemilu. “Undang-undang jelas mengatakan begini, hasil Situng bukan hasil resmi,” katanya.

“Hasil resmi adalah hasil penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang. Sehingga Situng tidak mempengaruhi atau tidak digunakan untuk penghitungan suara resmi,” lanjut Arief.

Pernyataan Arief dilontarkan ketika terjadi perdebatan sengit antara anggota Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Iwan Setiawan dan Ketua Tim Kuasa Hukum paslon Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra. Iwan mempertanyakan keamanan sistem digital, sehingga meminta dilakukan audit forensik terhadap Situng KPU.

Iwan secara tegas meminta menghadirkan ahli yang dapat melakukan audit forensik terhadap Situng KPU. Namun, Yusril mempertanyakan apa kapasitas Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga meminta ahli tersebut untuk melakukan audit forensik.

Menurut Yusril, audit forensik seharusnya hanya dilakukan atas permintaan institusi negara yang resmi. Ia mencontohkan, dalam suatu kasus pembunuhan, maka polisi yang berwenang meminta pihak rumah sakit untuk melakukan forensik.

“Misalnya, untuk melakukan bedah dalam rangka forensik itu dilakukan oleh Puslabfor. Hasilnya adalah visum,” jelas Yusril dalam persidangan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads