alexametrics
Sidang Sengketa Pilpres 2019

Kubu Prabowo Akui Tak Kepikiran Tanyakan Status Hukum Calon Saksi

Rahmadsyah Tahanan Kota Kasus Hate Speech
21 Juni 2019, 17:31:57 WIB

JawaPos.com – Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah, lepas tangan soal status saksi bernama Rahmadsyah sebagai tahanan kota. Rahmadsyah merupakan saksi yang dihadirkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ah, itu urusan dia. Kami tidak tahu. Kalau kami tahu, kami tidak akan menempatkan dia pada posisi terjepit itu. Kami baru tahu di persidangan ini,” kata Nasrullah di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

Nasrullah mengatakan, pria yang menjabat sebagai Ketua Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara itu menawarkan diri sebagai saksi. Menurutnya, itu merupakan wujud semangat pendukung Prabowo-Sandi melawan kecurangan di pilpres 2019.

“Melawan kecurangan TSM (Tersruktur, Sistematis dan Masif). Itu dia nekat, dia datang,” ujar Nasrullah.

Nasrullah mengklaim, tim hukum pasangan capres dan cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Adil Makmur itu melakukan pemilahan terhadap saksi. Namun, hanya berhenti di kesaksian yang ditawarkan.

“Kami nggak tanya, ‘Apakah kamu pernah jadi tersangka?‘ Emang sampai kepikir kaya gitu? Kan nggak kepikir. Kami tanya daftar kuisioner yang banyak. Pertanyaan ‘Apakah Anda jadi tersangka apa tidak?’ tidak terpikir oleh kami,” ucap dia.

Kendati begitu, Nasrullah tak mau dipersepsikan bahwa tim 02 tidak menyeleksi calon saksi secara cermat. “Jangan diplesetkan pengacara 02 tidak melakukan profiling,” imbuhnya.

Di sisi lain, Nasrullah meminta aparat tidak mengkriminalisasi Rahmadsyah lantaran yang bersangkutan pendukung Prabowo-Sandi. “Karena dia datang ke Jakarta memberikan kesaksian ini, begitu pulang langsung ditahan. Itu kami akan lihat netralitas aparatur penegak hukum,” pungkas Nasrullah.

Sebelumnya, dalam sidang pada Rabu (19/6) malam, Rahmadsyah mengaku sebagai tahanan kota. Pengakuan ini berawal dari pertanyaan anggota hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna.

Rahmadsyah merupakan tahanan kota kasus ujaran kebencian. Ia didakwa melakukan ujaran kebencian di Facebook dan dijerat Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 1 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads