Soal Kabel Fiber Dipotong, Ini Kata KAI

21 Mei 2022, 11:15:15 WIB

JawaPos.com – Persoalan pemotongan fiber optik BUM Desa Bolali oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi atensi khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Setelah melihat langsung lokasi dan posisi fiber optic milik BUM Desa yang dipotong PT KAI, Gus Halim mengaku heran. Sebab yang melintasi property PT KAI ternyata tidak hanya fiber optic milik BUM Desa Bolali tetapi juga ada kabel PLN. Tapi kenapa yang dipersoalkan hanya fiber optic BUM Desa yang sebenarnya melintasi saluran air.

VP Public Relation KAI Joni Martinus merespons dan mengaku telah bertemu dengan jajaran Kemendes PDTT terkait rencana pemanfaatan aset KAI di wilayah Klaten.

“Sebelumnya Direktur Utama KAI juga sudah bertemu dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terkait rencana pemanfaatan aset KAI di wilayah Klaten,” ujarnya kepada JawaPos.com.

Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah penembangan dan pembangunan ekonomi desa. Harapannya, akan ada perjanjian kerja sama antara KAI dan Kemendes PDTT. “Terkait berbagai upaya pengembangan dan pembangunan ekonomi desa,” tuturnya.

Sebelumnya, Gus Halim juga menerima keluhan dari pihak Desa Bolali terkait adanya surat penolakan penurunan sewa dari PT KAI yang ditembuskan langsung ke pihak Kejaksaan, tidak melalui terlebih dahulu Bupati sebagai kepala wilayah. Hal tersebut tentunya menambah kekhawatiran warga desa.

“Ini harus dipertanyakan, apa maksudnya. Seharusnya tidak seperti itu dan ini juga akan kita sampaikan ke Dirut PT KAI,” tuturnya.

Selain terkait pembebanan biaya Rp 30 juta, Gus Halim juga sangat menyayangkan pemotongan kabel fiber optik oleh PT KAI. Pasalnya dilakukan pada saat anak anak desa membutuhkan jaringan internet untuk ujian sekolah. Disamping itu, menurut Gus Halim, pengembangan digitalisasi desa juga sangat berguna dan bermanfaat untuk memajukan perekonomian desa.

Menanggapi keluhan warga desa, Gus Halim berjanji bakal kembali bertemu lagi dengan Dirut KAI untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi di Desa Bolali ini. Ia juga berharap agar setiap Kepala Desa atau setingkat untuk tidak segan melaporkan jika mengalami persoalan seperti yang terjadi di Desa.

Gus Halim juga menyatakan akan berupaya menjembatani sinergisitas antara PT KAI dengan desa-desa yang dilewati rel kereta. Menurutnya, hal ini harus dilakukan agar desa-desa yang lainnya tidak mengalami peristiwa yang sama, pasalnya jalur kereta api jalur Jakarta – Surabaya melewati banyak desa. Salah satu yang di upayakan Gus Halim adalah sinergisitas antara PT KAI dengan desa-desa yang dilewati rel kereta.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads