alexametrics

Okupansi RS Naik, Pengelolaan Limbah Medis Dipercayakan Pada PPLI

21 Mei 2021, 17:28:47 WIB

Bahkan, sisa abu pembakaran limbah medis dari insinerator milik rumah sakit pun dikirimkan pihak RSUD kepada PPLI. Dia meyakini penanganan limbah di PPLI begitu baik. “Karena RSUD sudah cukup lama bersinergi dengan PPLI terkait penanganan limbah B3 medis, mereka cukup profesional dan memiliki teknologi yang baik untuk mengolah limbah beracun dan berbahaya,” imbuh dia.

Hal senada juga diungkapkan Rhisma Hilda Prawita, Sanitarian Rumah Sakit Azra, Bogor. Untuk penanganan limbah medis dipercayakan kepada PPLI sejak 2015 dan hasilnya pun memuaskan.

“PPLI merupakan perusahaan pengolahan limbah industri yang direkomendasikan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Kami yakin kemampuan mereka ngga diragukan lagi, termasuk menangani limbah Covid-19 ini,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Manager Humas PPLI, Arum Pusposari mengaku lonjakan penderita Covid memang tidak langsung dampaknya dirasakan PPLI. Namun karena pihaknya juga melayani limbah medis, pihaknya selalu siap mengolah limbah-limbah yang dikirimkan dari pihak rumah sakit, termasuk limbah sisa penggunaan alat atau obat-obatan dari Covid-19.

“Limbah medis berpotensi menimbulkan infeksius dan menjadi medium penyebaran wabah penyakit. Cara penanganannya pun tidak bisa sembarangan,” tegas Arum.

Karenanya, tambah Arum, untuk menunjang pemusnahan limbah medis tersebut, pihaknya tengah mengembangkan teknologi insinerator yang cukup besar dengan kapasitas 50 ton perhari. Dengan teknologi tersebut, limbah medis baik padat maupun cair berapapun banyaknya dari tiap rumah sakit, puskesmas, klinik dan laboratorium uji medis bisa ditangani dengan baik.  “Sejak 2020 PPLI mulai melakukan pembangunan insinerator limbah B3 dan akan beroperasi pada Juni 2021 mendatang. Insinerator ini akan jadi yang terbesar dan termodern di Indonesia,” tandasnya. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads