alexametrics

Menteri Bintang: Perempuan Masih Dikategorikan Kelompok Rentan

21 April 2022, 11:51:50 WIB

JawaPos.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong agar kesetaraan gender bisa segera tercapai. Menurutnya, diperlukan kerja keras bersama menghapuskan berbagai bentuk diskriminasi dan kesenjangan gender guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

“Hingga saat ini, perempuan masih dikategorikan sebagai kelompok rentan yang mengalami stigmatisasi, marginalisasi, kekerasan berbasis gender dan diskriminasi, serta ketimpangan dalam mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan yang setara dengan laki-laki,” kata Bintang kepada wartawan, Kamis (21/4).

Bintang menuturkan, budaya patriaki yang mendarah daging secara turun-temurun di masyarakat merupakan akar masalah dari ketidaksetaraan yang dirasakan oleh perempuan. Meskipun Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan berbagai perundang-undangan lainnya telah mengamanatkan jaminan perlindungan dan kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk perempuan.

Bintang menyampaikan, proses-proses pengambilan keputusan di kalangan masyarakat maupun pemerintah belum sepenuhnya berperspektif gender sehingga kebutuhan perempuan acap kali tidak terakomodasi. Perempuan memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus, baik secara fisiologis, seperti menstruasi, hamil, dan menyusui.

Sehingga diperlukan strategi khusus dan spesifik demi memenuhi kebutuhan tersebut. Meskipun demikian, hal tersebut bukan menjadi alasan bagi siapapun untuk mengesampingkan pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan, atau bahkan memandang perempuan sebagai beban.

“Pada kenyataannya, berdasarkan hasil penelitian dari International Labor Organization (ILO) pada Juni 2020, upaya pengarusutamaan gender di lingkungan kerja membawa keuntungan luar biasa pada proses bisnis mereka,” ucapnya.

“Dalam penelitian ILO tersebut, perusahaan melaporkan peningkatan profit bahkan hingga mencapai upaya 20 persen akibat upaya-upaya pengarusutamaan gender,” sambungnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads