alexametrics

Kartini Era Pandemi, Cerita Nakes Perempuan Tangani Pasien Covid-19

21 April 2022, 17:34:40 WIB

JawaPos.com – Tak mudah menjadi tenaga kesehatan di era pandemi Covid-19, khususnya bagi nakes kaum hawa. Pasalnya, sejak awal virus Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020, sebagian dari para nakes bahkan tidak pulang ke rumah agar tidak menularkan virus kepada anak-anak tercinta dan keluarga lainnya.

Rasa rindu yang tak tertahankan di masa-masa awal virus itu beredar, masih membuat nakes merasa khawatir. Apalagi ketika itu vaksin Covid-19 belum ditemukan. Tingkat keparahan tentu membuat para nakes cemas.

Bagi nakes perempuan, ada yang harus meninggalkan anak-anak mereka bahkan sebagian dari mereka masih memiliki bayi dan menyusui. Salah satu cerita perjuangan nakes perempuan yang meneladani semangat Kartini berjuang demi merawat pasien Covid-19, adalah Ika. Ika adalah perawat di salah satu RSUD di Jakarta.

Kepada JawaPos.com, Ika menceritakan beberapa fase ia mengalami masa-masa sibuk menangani pasien Covid-19. Sedikitnya ada tiga gelombang pasien yang ia hadapi.

“Pada saat gelombang pertama, saya kena Covid-19. Saat awal-awal, tahun 2020 karena menangani pasien Covid-19,” kata Ika yang merupakan perawat pasien Covid-19 khusus ICU kepada JawaPos.com, Kamis (21/4).

Ia sudah menjadi perawat selama 22 tahun. Pandemi Covid-19 merupakan pengalaman paling dramatis yang ia rasakan. Ika harus meninggalkan anak-anaknya lebih sering selama pandemi.

“Untungnya anak-anak sudah biasa, sudah mengerti kalau ibunya harus bertugas misalnya piket malam. Hanya saja dari saya sebagai ibu tentu takut bawa virus ke rumah kalau pulang,” kata Ika.

Pada gelombang kedua, muncul varian Delta yang lebih ganas. Belum semua orang divaksin saat tahun 2021 ketika itu. “Saya ketularan Covid-19 lagi saat Delta menyebar. Dan ketika itu suasana benar-benar mencekam,” kata Ika.

Pernah satu waktu harus bekerja lebih dari 12 jam sehari saat piket malam. Dan ia seolah harus memiliki seribu tangan karena satu perawat menangani enam pasien Covid-19 di ICU. “Wah saat Delta itu luar biasa paniknya. Pasien rata-rata pakai ventilator dan banyak kondisi berat. Saat itu benar-benar parah sekali kondisinya,” ungkap Ika.

Dan pada fase gelombang Omicron, Ika sedikit bisa bernapas lega. Ibu dari dua anak yang masih duduk di bangku SD ini sudah melihat penurunan pasien di ICU. “Omicron lebih banyak yang ke RS adalah gejala ringan dan sedang. Paling di ICU hanya 3-4 orang. Sehingga tugas saya bisa lebih lega,” jelasnya.

Kini Ika dan nakes perempuan lainnya bersyukur karena kasus Covid-19 berangsur turun. Sehingga ia bisa lebih tenang saat pulang ke rumah tanpa harus terlalu cemas menularkan virus pada anak-anaknya. Apalagi saat ini semua nakes sudah mendapatkan booster.

“Saat gelombang Delta kita sangat pengap karena harus pakai hazmat. Tapi sekarang saat Omicron, cukup pakai gaun dan masker N95 saat bertugas. Saya bersyukur kasus sudah semakin turun dan berharap kondisi lebih normal kembali,” tutupnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads