alexametrics

Saksi: Edhy Prabowo Tak Puas Eksportir Benur Hanya Dijatah 139 Juta

21 April 2021, 17:21:12 WIB

 

JawaPos.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar menyampaikan, Edhy Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan tidak puas dengan kuota awal bagi para perusahaan untuk melakukan pengelolaan hingga eskpor benih lobster alias benur. Karena kuota awal pengelolaan hingga ekspor benur itu hanya berjumlah 139 juta.

Hal ini diketahui saat jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik kuota awal untuk para perusahaan yang mendapat jatah budidaya hingga ekspor benur.

“Berdasarkan surat dari Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia tanggal 8 April itu diarahkan kepada menteri, menggambarkan bahwa yang bisa dikelola bukan bisa diekspor, yang bisa dikelola 139 juta,” kata Zulficar saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (21/4).

Zulficar menyampaikan, penentuan kuota 139 juta budidaya benur itu  berasal dari rekomendasi Komite Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan dan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM). Kedua lembaga tersebut memiliki kecakapan keilmuan dalam bidang stok menajemen sumber daya perikanan.

Tetapi usai ditetapkannya kuota awal budidaya benur sebanyak 139 juta, Edhy Prabowo dan pihak lainnya dinilai tidak puas. Termasuk di dalamnya penasihat dan staff khusus Edhy.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Muhammad Ridwan




Close Ads