alexametrics

Rektor UIN Jakarta Blak-blakan, Jawab Isu Kongkalikong Jabatan Rektor

21 Maret 2019, 19:38:32 WIB

JawaPos.com – Rektor UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Amany Lubis memberi pernyataan terkait isu pelantikannya yang dinilai tidak wajar. Dia membantah bahwa jabatannya didapat dari hasil politik uang.

Amany mengatakan, UIN Jakarta memiliki marwah dan reputasi yang harus dijaga oleh semua pihak. Dirinya dipilih secara objektif oleh Menteri Agama dan Komite Seleksi dengan mempertimbangkan kapasitas dan integritas.

“Rektor UIN Jakarta terpilih sesuai prosedur, legal, dan konstitusional. Dalam pemilihan calon rektor (Pilrek) tidak dikenal istilah ‘menang-kalah’, tapi dipilih Menteri Agama berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (21/3).

Dia meminta pihak luar tidak ikut campur ataupun memperburuk suasana. Dengan demikian, pihak-pihak yang yang memiliki dugaan pelanggaran dipersilakan melapor langsung kepada yang berwenang.

“Dalam proses Pilrek UIN Jakarta tidak terjadi politik uang. Kepada pihak luar diminta agar tidak turut campur untuk memperkeruh suasana, dan membangun opini negatif terhadap institusi UIN Jakarta. Bila memiliki bukti dugaan pelanggaran atau perbuatan melawan hukum, silakan laporkan kepada penegak hukum,” tutur dia.

“UIN Jakarta ke depan ingin lebih maju dengan reputasi internasional dan penting kerja sama serta saling percaya antara pimpinan dan sivitas akademika,” lanjut Amany.

Dia menambahkan, tindakan tersebut semata-mata untuk menjaga marwah, nama baik dan reputasi UIN Jakarta yang telah dibangun puluhan tahun dengan susah payah.

UIN Jakarta disebutnya memiliki peran, baik di kancah, nasional maupun dunia internasional sebagai mercusuar Islam moderat dan melaksanakan moderasi beragama.

“Sesegera mungkin, segala tuduhan dan fitnah yang tidak berdasar dan tidak didasarkan kepada fakta, UIN Jakarta secara institusi akan melakukan tindakan tegas dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mantan Ketua MK Mahfud MD dalam sebuah tayangan televisi meminta KPK mengusut dugaan jual beli jabatan rektor di UIN Jakarta, yang diduga melibatkan pihak Kemenag.

Pasalnya, Menag Lukman tidak melantik pemenang pilrek 2019-2023, yakni Andi M Faisal Bakti, namun justru melantik Amany Burhanuddin Umar Lubis pada 7 Januari 2019 lalu.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Yesika Dinta

Copy Editor :

Rektor UIN Jakarta Blak-blakan, Jawab Isu Kongkalikong Jabatan Rektor