alexametrics

Banyak Penolakan, RUU Ketahanan Keluarga Dinilai Sulit Disahkan

21 Februari 2020, 15:14:48 WIB

JawaPos.com – Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga menjadi polemik. Karena banyaknya pertentangan dari para aktivis perempuan, supaya RUU itu tidak disahkan menjadi UU.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan, kemungkinan RUU Ketahanan Keluarga tersebut tidak akan menjadi UU. Hal itu karena banyaknya penolakan dari masyarakat luas.

“Sepertinya tidak akan terjadi. Karena sudah menimbulkan penolakan-penolakan,”‎ ujar Baidowi di Gedung DPR, Jakarta, jumat (21/2).

Fraksi PPP juga menurut pria yang akrab disapa Awiek ini menolak RUU Ketahanan Keluarga tersebut. Namun pasal-pasal yang ditolak masih dalam pengkajian partai berlogo Ka’bah ini.

“Kami dari Fraksi PPP menolak, apakah menolak keseluruhannya, belum tentu. Kami akan mengkaji secara mendalam di tingkat panja,” katanya.

‎Anggota Komisi VI DPR ini mendapatkan informasi adanya partai politik yang tidak mengetahui bahwa anggotanya mengusulkan RUU tersebut masuk ke Prolegnas Prioritas 2020. Sehingga dia mengaku aneh.

“Bahkan ada beberapa fraksi yang tidak mengetahui anggotanya menjadi pengusul,” kelakarnya.

Diketahui RUU Ketahanan Keluarga memicu perdebatan setelah drafnya tersebar di media sosial. Masyarakat menganggap RUU tersebut menerabas ruang-ruang privat warga negara.

Beberapa aturan yang disoroti adalah pengaturan peran istri, larangan aktivitas seksual BDSM, istri wajib mengurusi rumah tangga dan kewajiban melapor bagi pelaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

RUU ini diusulkan Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN. Draf aturan tersebut masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads