alexametrics

‎DPR Duga KPK Sebelumnya Tak Beres Sehingga Firli Cs Hentikan 36 Kasus

21 Februari 2020, 18:23:38 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin oleh Firli Bahuri telah menghentikan penyelidikan terhadap 36 kasus korupsi‎. Keputusan KPK ini menimbulkan tanda tanya bagi anggota dewan di Senayan.

“Ini cukup mengagetkan dan melahirkan tanda tanya besar, ada apa dengan KPK? Ada apa dengan pemberantasan korupsi?” ujar Anggota Komisi III DPR, Didik Mukrianto kepada wartawan, Jumat (21/2) pagi.

Didik pun mempertanyakan alasan KPK menghentikan penyelidikan terhadap 36 kasus korupsi tersebut. Tetapi dia menduga, Firli mengambil keputusan ini karena pemberantasan korupsi KPK periode sebelumnya tebang pilih.

“Apakah ada indikasi pick and choose atau tebang pilih dengan basis selera dan target, sehingga tidak bisa dilanjutkan?” katanya.

Didik memperkirakan, keputusan Firli Cs bakal menimbulkan spekulasi besar di masyarakat. Menurut dia, bisa saja muncul spekulasi tentang ketidaklayakan KPK periode sebelumnya dalam menangani kasus.

Diketahui, belum genap tiga bulan menjabat, Firli Bahuri Cs menghentikan penyelidikan terhadap 36 kasus korupsi. Penghentian 36 kasus dalam tahap penyelidikan itu dilakukan setelah Firli Cs menerbitkan surat perintah penghentian penyelidikan (SP3).

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, penerbitan SP3 itu diterbitkan pimpinan KPK karena tidak ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk dilanjutkan pada tahap penyidikan. Sehingga KPK memutuskan untuk menghentikan 36 kasus tersebut.

Tak Ada Bukti Kuat

Terpisah, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memastikan, penghentian 36 kasus pada tahap penyelidikan tersebut sudah sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Pasal 40 UU 30/2002. Pasal tersebut mengatur, perkara yang bisa naik ke penyidikan adalah yang memiliki bukti kuat.

Pimpinan KPK dua periode itu menyebut, penyelidikan 36 kasus yang kini dihentikan itu memang merupakan penyelidikan tertutup. Bahkan ada yang lebih dari lima tahun diselidiki, dan tak kunjung ditemukan alat bukti.

“Kalau saya baca datanya itu ada penyelidikan dilakukan 2010. Ini ada surat tugas perintah penyelidikan yang ditanda tangani pak Abraham Samad 21 Januari 2012. Artinya sudah 8 tahun yang lalu ya,” ujar Alex, di Jakarta, Jumat (21/2) sore.

Atas dasar itu, Alex memastikan pimpinan KPK saat ini memutuskan penghentian 36 perkara pada tahap penyelidikan, lantaran memang tak ada alat bukti kuat.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono, Muhammad Ridwan



Close Ads