alexametrics

Pemerintah Kaji Relokasi Warga di Jalur Megathrust Banten

21 Januari 2022, 18:07:45 WIB

JawaPos.com – Pemerintah mengantisipasi potensi gempa skala besar di Banten. Salah satunya, mengkaji relokasi warga yang tinggal di jalur merah rawan gempa megathrust.

”Karena daerah ini daerah jalur merah. Sekarang dipikirkan apakah sebaiknya dilakukan relokasi,” kata Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat mengunjungi korban gempa bumi di Kabupaten Pandeglang, Banten, kemarin (20/1).

Saat berbincang dengan warga korban gempa, Ma’ruf mendapatkan informasi, sepanjang Januari 2022, di kawasan tersebut terjadi 42 kali guncangan gempa. Namun, hanya dua gempa yang guncangannya terasa cukup kencang. Salah satunya adalah gempa pada 14 Januari lalu.

Ma’ruf menjelaskan, warga di zona merah rawan gempa megathrust direlokasi supaya tidak terus-menerus berada di bawah ancaman gempa besar. Dari komunikasi dengan warga setempat, mereka tidak berkeberatan. ”Saya tanya (mereka, Red) andai kata direlokasi yang tak jauh dari sini, mereka kayaknya tidak keberatan,” ujar Ma’ruf.

Masyarakat tidak berkeberatan karena memang di wilayah itu sering terjadi gempa yang memakan korban. Khususnya kerusakan bangunan.

Sementara itu, tim seismologi teknik BMKG melakukan survei di lokasi terdampak gempa M6,6 Banten pada 15–19 Januari. Hasil survei menunjukkan bahwa kerusakan terparah diderita Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, dengan skala guncangan mencapai VI–VII modified Mercalli intensity (MMI).

Guncangan skala VII mengakibatkan banyak retakan pada dinding bangunan sederhana, sebagian atap roboh, dan kaca pecah. Lalu, sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar atap bergeser ke bawah atau jatuh (selengkapnya lihat grafis). ”Wilayah terdampak dengan kerusakan terbanyak berada pada lokasi dengan klasifikasi jenis tanah lunak (SE) di Kecamatan Sumur,” jelas Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG Rahmat Triyono.

Di Sumur, kata Rahmat, sebagian besar kerusakan pada bangunan disebabkan faktor jarak yang dekat dengan episentrum. Konstruksi bangunan juga tidak memenuhi standar konstruksi (building code) yang dipersyaratkan.

Rahmat menuturkan, pihaknya merekomendasikan warga bisa direlokasi ke lokasi hunian yang bukan zona rawan bahaya gempa bumi dan tsunami.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/tau/mia/c14/fal

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads