JawaPos Radar | Iklan Jitu

Diisukan Akan Dinikahi Ahok, Bripda Puput Belum Ajukan Surat ke Polri

21 Januari 2019, 18:05:14 WIB
Diisukan Akan Dinikahi Ahok, Bripda Puput Belum Ajukan Surat ke Polri
Polri belum menerima surat permohonan menikah yang dilayangkan Bripda Puput sebagai anggota di Korps Bhayangkara (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Isu pernikahan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Bripda Puput Nastiti Devi (PND) kembali mencuat. Bahkan disebut-sebut, mereka akan menikah pada 15 Februari mendatang.

Mengenai kabar itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya belum menerima surat permohonan menikah yang dilayangkan Bripda Puput sebagai anggota di Korps Bhayangkara. Adapun hal ini baru didengarnya dari media.

"Berita ini masih simpang siur, Polri sampai sekarang belum menerima secara resmi surat permohonan dari Bripda P," ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/1).

Ya, sebagai anggota Kepolisian, Puput diwajibkan mengajukan surat permohonan menikah. Tujuannya, agar tidak ada hal-hal yang justru merugikan institusi Kepolisian di kemudian hari atas pernikahan tersebut.

Permohonan itu diajukan kepada atasan di satuan kerjanya. "Kalau tidak salah paling cepat sebulan (diajukan sebelum menikah)," jelas Iqbal.

Belum cukup di situ, usai mengajukan surat, polisi yang akan menikah juga harus menjalani sidang. Prosesnya hanya sehari.

Sidang tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah orang yang dinikahi anggota polisi tersebut tidak bermasalah. Iqbal mengaku, dari pengalaman yang ada, banyak polwan yang tidak diizinkan menikah.

"(Biasanya karena mau) nikah tidak taunya calon suaminya beristri. Makanya perlu ada pengecekan, atau ortu (orang tua) komplain, nggak bisa. Kami harus dalami itu," beber Iqbal.

Lantas apakah boleh jika polwan menikah dengan mantan narapidana? Menurut Iqbal itu tidak menjadi masalah. Sebab mereka yang sudah menjalani kehidupan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) artinya sudah siap kembali menjalani hidup normal dan bergabung kembali dengan masyarakat.

Toh kata Iqbal, tidak semua mantan napi buruk. Beberapa dari mereka bahkan menjadi orang terpandang seperti guru hingga ulama dan mengajarkan kebaikan.

"Artinya nggak ada masalah, walaupun framing di media persepsi napi pasti penjahat. Ada beberapa eks napi lakukan perbuatannya lagi, tapi banyak juga napi jadi guru, ulama, banyak," pungkas jenderal bintang dua itu.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up