JawaPos Radar

Cegah LGBT Marak, MUI Dorong DPR Buat Undang-undangnya

21/01/2018, 17:40 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Cegah LGBT Marak, MUI Dorong DPR Buat Undang-undangnya
Ilustrasi LGBT (The Blaze)
Share this image

JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan tanggapan terkait isu mengenai penetapan Rancangan Undang-Undang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang segera ditetapkan di DPR.

"MUI berpendapat berkembangnya perilaku seks bebas tanpa ikatan perkawinan yang sah terjadi akibat tak ada payung hukum yang cukup memadai," ujar Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi saat dihubungi JawaPos.com, Minggu, (21/1).

Menurutnya, maraknya tindak kekerasan atau pelecehan seksual pada anak karena tidak adanya pemenuhan unsur pidana sebagaimana diatur dalam KUHP pasal 292. "Hal ini sama halnya membiarkan dan mendorong berkembangnya perilaku LGBT," katanya.

MUI prihatin dengan semakin berkembangnya pemikiran dan budaya hidup masyarakat yang sekuler, liberal, dan jauh dari nilai-nilai agama, dan kesusilaan.

"Kami mendorong DPR dan Presiden menindaklanjuti Putusan MK tersebut, dan menetapkan RUU KUHP menjadi UU dalam merumuskan pasal-pasal kesusilaan seperti perzinaan, perkosaan, dan pencabulan (LGBT) dalam pembahasan RUU KUHP," katanya.

Dalam pembahasan pasal-pasal RUU KUHP, MUI melihat DPR mengalami kebuntuan karena tidak adanya kesepahaman fraksi-fraksi dalam memahami pasal-pasal tersebut.

"MUI berharap DPR transparan dalam proses pembahasannya agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan pembahasannya,"ujar Zainut.

Baiknya, lanjutnya, seluruh masyarakat khususnya umat Islam Indonesia terus mengikuti, mencermati, dan mengawal pembahasan RUU KUHP di DPR agar hasilnya sesuai dengan aspirasi dan tuntutan masyarakat.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up