alexametrics

Panglima TNI Sudah Setor Nama-Nama Calon Wakilnya ke Istana

20 November 2019, 20:06:28 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65/2019 tentang Wakil Panglima TNI. Sejumlah nama calon wapang sudah disetorkan ke istana oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

“Panglima TNI Hadi Tjahjanto sudah mengusulkan nama-nama calon wakilnya tersebut kepada kepala negara,” ujar Juru Bicara Presiden Jokowi Fajroel Rachman yang mengetahui informasi itu setelah dirinya mendapatkan informasi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

“Memang ada usulan-usulan itu (nama wakil panglima TNI),” ujar Fajroel di kompleks istana kepresidenan, Jakarta.

Namun demikian semuanya dikembalikan lagi kepada Presiden Jokowi untuk menentukan nama wakil panglima TNI tersebut. Sebab hal itu adalah hak prerogatif Presiden Jokowi sebagai pucuk tertinggi kepala pemerintahan.

‎”Itu jadi hak prerogatif presiden untuk memutuskan atau menerima usulan pihak berkaitan penentuan wakil panglima,” katanya.

Mengenai Per‎pres yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi ini, kata Fajroel, saat ini sedang proses pembahasan. Nama siapa nama yang akhirnya dipilih, itu hanya Presiden Jokowi yang mengetahuinya.

“Perpres sekarang dalam proses untuk ditindaklanjuti. Kita akan menunggu,” ungkapnya.

Sementara itu terpisah, Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, diperlukannya wakil panglima TNI untuk menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada saat ada tugas negara lainnya. Sehingga memang diperlukan suatu penggantinya.

“Kalau panglima TNI enggak ada otomatis ada wakil panglima,” kata Moeldoko.

Sementara saat disinggung mengenai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa. Mantan Panglima TNI ini tidak mengetahuinya. Sebab itu ranahnya Presiden Jokowi yang mempunyai hak prerogatif.

“Enggak mengerti aku,” selorohnya.

Saat ini santer beredar nama yang akan menjabat sebagai wakil panglima TNI. Mereka adalah KSAD Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksa‎mana Siwi Suma Adji, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna.

Sekadar informasi, ‎Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 65/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keberadaan Wakil Panglima TNI tertuang dalam Pasal 13 ayat (1).

“Markas Besar TNI meliputi: a. unsur pimpinan terdiri atas: 1. Panglima; dan 2. Wakil Panglima,” bunyi Perpres itu.

Berdasarkan Perpres tersebut, jabatan wakil panglima TNI ditujukan untuk perwira tinggi dengan pangkat jenderal atau bintang empat.

Jabatan Wakil Panglima TNI  terakhir muncul pada 20 tahun lalu. Orang yang terakhir mendudukinya adalah Fachrul Razi sebelum dihapus oleh Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Fachrul kini menjabat sebagai Menteri Agama.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads