alexametrics

Penurunan Kasus Covid-19 Disebut Bukan karena Banyak yang Terinfeksi

20 September 2021, 16:26:30 WIB

JawaPos.com – Indonesia sempat menghadapi gelombang kasus Covid-19 varian Delta usai Idul Fitri pada Mei lalu hingga awal Agustus. Namun, setelah pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan mengejar vaksinasi, alhasil kasus berangsur surut. Rumah sakit yang awalnya kewalahan, krisis oksigen, hingga banyaknya kematian pasien Covid-19 kini tak terjadi lagi.

Mungkinkah terjadi pembentukan imun tubuh atau antibodi alami di sebuah wilayah karena banyaknya kasus infeksi Covid-19? Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman membantah hal itu.

“Bicara penurunan ini misalnya disebutkan karena banyak yang terinfeksi lalu membuat mereka imun. Nggak, nggak begitu, ini saya luruskan. Bukan dari situ,” tegasnya kepada JawaPos.com, Senin (20/9).

Ia mencontohkan sebuah survei di India sebelumnya juga sempat menyebutkan bahwa mayoritas penduduk di salah satu kota di India sudah terinfeksi Covid-19 dan sudah tercipta antibodi pada penduduknya. India sempat yakin bahwa tak akan lagi terinfeksi Covid-19. Namun nyatanya, gelombang varian Delta datang menyapu India dengan tsunami Covid-19.

“Ingat lho India itu sebelum gelombang 2 meledak dengan varian Delta itu. Padahal sebelumnya ada survei bahwa mayoritas penduduk di salah satu kota besar di India sudah terinfeksi dan memiliki antibodi. Demikian juga di Jakarta ketika sebelum gelombang kedua ada survei itu. Lebih dari 50 persen kan salah satu survei itu bilangnya. Nah, tak lama kemudian terjadi gelombang 2. Dan itu membuktikan bahwa penyakit Covid-19 tak mencegah Covid-19,” kata Dicky.

Ia menegaskan terinfeksi Covid-19 tak mencegah penyakit Covid-19. Hanya vaksinasi yang mencegah Covid-19.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads