alexametrics

Dukungan Teknologi Informasi Guna Menuju Hidup Bersama Covid-19

20 September 2021, 17:52:00 WIB

JawaPos.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta masyarakat untuk mendukung tatanan kehidupan yang berdampingan dengan Covid-19. Dalam hal ini, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk melindungi masyarakat dalam beraktivitas di tengah pandemi.

Virus Covid-19 diperkirakan akan berada di sekitar kita dalam waktu lama. Presiden Joko Widodo mengatakan dan meminta masyarakat untuk belajar hidup berdampingan dengan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

“Dalam rangka menuju hidup berdampingan dengan Covid-19, pemerintah tengah mempersiapkan peta jalan dan infrastruktur pendukungnya. Sedangkan kepada masyarakat, kami mendorong untuk disiplin memakai masker, segera vaksinasi dan juga memanfaatkan teknologi informasi,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dalam keterangannya, Senin (20/9).

Johnny menegaskan, pemanfaatan teknologi informasi dalam transisi menuju hidup berdampingan dengan Covid-19 sangat krusial. Teknologi informasi memang dapat memberikan andil besar dalam perlindungan kesehatan sekaligus membantu masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19.

Partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik dan sesuai fungsinya, sangat diperlukan. “Jadi semua kembali kepada masyarakat,” ujar Johnny.

Dia menegaskan, penerapan protokol kesehatan masih menjadi kunci dari keseimbangan antara sisi kesehatan dan sisi aktivitas ekonomi. Kewaspadaan tetap menjadi perhatian selama kita hidup berdampingan dengan Covid-19, apalagi ketika pembukaan kegiatan dilakukan secara bertahap.

“Ayo disiplin memakai masker dan segera vaksinasi agar diri kita terlindungi, terutama untuk kelompok lansia yang memiliki risiko tinggi namun saat ini masih rendah cakupan vaksinasinya,” imbau Johnny.

Sementara itu, Epidemiolog sekaligus Peneliti Senior Kamaluddin Latief menjelaskan, penggunaan teknologi dalam aplikasi surveilans untuk mencegah penyakit menular sangat diperlukan. Pemanfaatan teknologi terbukti efektif dalam kehidupan sehari-hari di negara-negara maju, seperti Korea, Jepang, Singapura dan Taiwan.

“Aplikasi teknologi ini bermanfaat untuk membantu orang yang terkena Covid-19, maupun melindungi masyarakat luas dari kemungkinan keterpaparan. Memberikan informasi tentang situasi sekarang dan tempat yang harus dihindari,” ucap Kamaluddin.

Dalam rangka mengoptimalkan perlindungan kesehatan warga, lanjut Kamaluddin, pemerintah telah menyediakan aplikasi karya anak bangsa PeduliLindungi, yang dapat digunakan sebagai salah satu alat bagi masyarakat dalam berkegiatan berdampingan dengan virus Covid-19.

Melalui aplikasi tersebut, pemerintah dapat dengan cepat melakukan tracing sehingga jika ada kasus baru dapat segera ditangani. Selain itu penggunaan fungsi skriningnya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas di ruang publik, meski virus COVID-19 masih terus mengancam.

“Kemudian yang terpenting adalah tindak lanjut (follow up) temuan dari aplikasi. Semacam monitoring dan evaluasi bagi pemerintah dan masyarakat tentang situasi yang terjadi saat ini maupun prediksi masa depan, bukan hanya mencegah ledakan kasus serupa tapi juga ancaman penyakit lain di masa depan. Aplikasi teknologi seperti PeduliLindungi ini harus terus digunakan dan ditingkatkan demi perlindungan masyarakat,” tutur Kamaluddin.

Dalam pemanfaatan aplikasi tersebut, tentu perlu dukungan dari banyak pihak, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Di antaranya para pengelola fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, sarana olahraga, transportasi, atau yang bersifat keagamaan. Para pengelola perlu segera menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk ruang kegiatan bersama.

“Pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya untuk perlindungan kesehatan. Dukungan dari sektor industri digital dinilai penting di masa pandemi, karena efisien dalam menggulirkan kegiatan sosial ekonomi tanpa menimbulkan mobilitas berskala besar. Salah satunya adalah industri e-commerce (perdagangan elektronik),” pungkas Kamaluddin.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan, ARM

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads