alexametrics
Kerusuhan di Manokwari

Polri Dalami 5 Akun Medsos yang Diduga Sebar Provokasi

20 Agustus 2019, 15:08:00 WIB

JawaPos.com – Direktorat Siber Bareskrim Polri masih terus melakukan pendalaman akun-akun yang diduga melakukan penyebaran konten hoax sehingga menyebabkan kerusuhan di Manokwari dan wilayah lainnya. Setidaknya ada 5 akun media sosial yang sekarang sedang didalami.

“Kurang lebih sampai sekarang ada 5 akun yang sedang didalami,” ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (20/8).

Akun tersebut terdapat di Youtube, Facebook dan Instagram. Namun saat ini, akun-akun tersebut belum dapat diungkap ke publik karena masih proses penyelidikan.

“Di facebook ternyata ada beberapa akun yang mencoba memviralkan narasi atau video provokatif. Kemudian ada akun instagram. Apabila sudah update kita sampaikan,” imbuh Dedi.

Lebih lanjut, Dedi memastikan foto maupun video yang banyak beredar di media sosial adalah hoax. Seperti adanya kabar mahasiswa Papua ditangkap atau dibunuh. Pada kenyataannya hal itu tidak ada. “Iya foto, maupun video jelas itu hoax,” tegasnya.

Kantor DPRD Papua Barat, Majelis Rakyat Papua Barat, eks kantor Gubernur Papua Barat dibakar massa saat melakukan aksi damai yang berakhir ricuh. (Axel Refo/Radar Papua)

Polri juga akan mendalami terkait sempat beredarnya selebaran-selebaran ajakan untuk menggelar unjuk rasa. Menurut dia, selebaran itu berisi konten yang dapat memprovokasi.

“Kami akan dalami semua, baik data-data maupun bukti-bukti digital maupun yang konvensional untuk mengetahui titik terang, siapa menjadi penyebar, dan terindikasi yang bersangkutan ada unsur kesengajaan,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, intimidasi yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur berbuntut panjang. Senin (19/8) pagi kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat. Sejumlah elemen masyarakat menggelar demontrasi di sejumlah titik.

Dari video yang beredar, massa mulai melakukan pengerusakan sejumlah fasilitas. Bahkan terjadi aksi bakar-bakaran benda-benda di tengah jalan. Aksi ini dilakukan karena mereka tak terima mahasiswa Papua mendapat intimidasi.

Diketahui, arama mahasiswa di Kalasan, Surabaya digerudug sejumlah massa. Kejadian ini dilatar belakangi karena beredar sebuah video mahasiswa Papua mematahkan tiang bendera Merah Putih lalu dibuang ke selokan. Namun, belum ada kejelasan terkait kebenaran video tersebut.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads