alexametrics

Novel Baswedan Sebut Kinerja Tim Gabungan Polri Belum Ada Perkembangan

20 Juni 2019, 22:56:59 WIB

JawaPos.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah dilakukan pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya dan tim pencari fakta yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Novel menyebut, tidak ada materi baru yang ditanyakan terkait kasus penyiraman air keras.

“Sebagaimana sesuai permintaan, pemeriksaan saya sudah memberikan keterangan dan ternyata hal-hal yang ditanyakan kan tidak menunjukkan ada progress yang baru,” kata Novel di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/6).

Novel menyebut, keterangan yang ditanyakan tidak berbeda jauh saat dirinya dikonfirmasi ketika masih dalam perawatan di Singapura. Menurutnya, tidak banyak hal yang ditanyakan.

“Bahkan saya bisa katakan hampir semua keterangan yang saya sampaikan adalah keterangan yang pernah saya sampaikan atau barangkali ada sedikit koreksi atau penambahan itu pun sangat sedikit, tidak terlalu subtansi,” ungkap Novel.

Tepat 800 hari penyiraman air keras yang menimpanya, Novel menginginkan adanya keseriusan Polri untuk membongkar siapa dalang dibalik penyerangan terhadapnya.

“Bagi saya adalah saya hanya ingin melihat apakah kesungguhan itu bisa terjadi, yaitu dengan adanya pengungkapan pelaku lapangannya, sisanya saya tidak mengerti, saya mesti harus bicara apa lagi,” tegas Novel.

Oleh karena itu, Novel lagi-lagi mendorong agar segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam penanganan kasus penyerangannya.

“Sudah 800 hari (pasca penyerangan), upaya untuk menyampaikan, mendesak dan segala macam disampaikan, permintaan dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang independen sudah saya sampaikan dan ternyata semua kan tidak diakomodir,” jelas Novel.

Senada, kuasa hukum Novel, Yati Andriani menyayangkan kinerja penyidikan Polri. Karena sampai dengan 800 hari penyerangan pasca penyerangan Novel tidak ada perkembangan yang signifikan dari tim gabungan bentukan Polri.

“Dalam pemeriksaan tidak ada satu keterangan atau informasi yang relatif menunjukkan kemajuan dalam proses pengungkapan kasus ini,” ucap Yati usai mendampingi pemeriksaan Novel.

Dalam pemeriksaan yang difasilitasi oleh KPK, lanjut Yati, tim gabungan lebih banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang justru hanya pengulangan. Tidak ada pencarian fakta yang ditanyakan oleh tim gabungan Polri.

Padahal, kata dia, pihaknya mengharapkan dalam proses pemeriksaan kali ini sudah ada indikasi siapa sebetulnya aktor dari pelaku penyerangan itu, namun hal itu tidak disebutkan.

“Materi-materi pertanyaan sekali lagi saya tegaskan yang tadi disampaikan mengarah pada barang bukti terkait mug terkait sidik jari di mug atau cangkir dan CCTV. Kemudian terkait saksi-saksi yang menurut kami sebetulnya materi-materi itu harusnya sudah selesai ditindaklanjuti sudah selesai diperiksa oleh tim gabungan,” jelas Yati.

Dalam surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019, kepolisian dalam tim gabungan bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kekerasan yang terjadi kepada Novel Baswedan. Surat tugas tersebut berlaku selama enam bulan mulai 8 Januari 2019 sampai 7 Juli 2019.

Untuk diketahui, Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Hari ini tepat 800 hari pasca penyerangan terhadap Novel.

Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel, sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads