alexametrics

Tokoh Lintas Agama Kecam Keras Aksi Teror di Selandia Baru

20 Maret 2019, 18:03:37 WIB

JawaPos.com – Tokoh lintas agama dan kepercayaan Indonesia angkat bicara terkait aksi teror di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Pernyataan itu diwakili oleh cendikiawan muslim Komarudin Hidayat di dampingi Romo Frans Magnis Suseno, perwakilan KWI, PGI, Matakin, ormas Islam, dan sebagainya.

Sebanyak 50 orang warga sipil tewas diberondong peluru dan puluhan lainnya luka-luka. Bahkan, ada tiga warga negara Indonesia turut menjadi korban.

“Pelaku teror ini merancang aksinya ini sebagai ‘teater kekerasan’. Dengan darah dingin dia memberondong jamaah masjid dan menyiarkan secara live sadisme itu lewat akun facebook-nya. Tindakan teror ini sengaja ingin diperlihatkan oleh pelakunya sebagai tontotan global,” ujar Komarudin di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/3).

“Dengan sangat sedih kita melihat teatrikalisasi aksi teror ini agar bisa ditonton oleh orang-orang seantero jagat. Sudah tentu ada maksud yang mau dituju oleh pelakunya, yaitu menciptakan ketakutan/teror massal,” tambahnya.

Menurutnya, aksi itu juga tampak diniatkan untuk membelah masyarakat dalam dua kubu yaitu warga asli dan warga asing, pendatang, dengan agama dan tradisi yang berbeda. “Ideologi ini tumbuh karena maraknya politik kebencian dan demonisasi atas orang lain yang berbeda,” kata dia.

Dia menegaskan, ideologi tersebut bisa muncul dengan baju agama atau tidak. Tetapi tujuannya jelas, yaitu menciptakan permusuhan permanen antara golongan-golongan yang berbeda. Hal itu jelas bertentangan dengan ajaran semua agama dan kepercayaan yang ada di dunia.

Atas kejadian itu, mereka mengungkapkan kesedihan yang mendalam dan mengirimkan takziyah serta belasungkawa kepada keluarga seluruh korban dalam tragedi itu.

“Kami mengecam sekeras-kerasnya tindak teror ini. Kami juga percaya, tindakan ini adalah anti-manusia. Kami menyatakan kepada umat Islam yang saat ini menjadi sasaran teror di New Zealand itu: bahwa kami bersama kalian untuk menolak segala bentuk kekerasan,” tuturnya.

“Kami tahu benar bahwa asas pokok ajaran semua agama adalah perdamaian, kasih-sayang sesama umat manusia, serta saling memahami dan mengenal antara semua golongan,” sambung dia.

Komarudin mengatakan, motivasi utama di balik teror ini adalah Islamophobia dan kebencian kepada imigran atau senophobia. Padahal, ajaran agama dan kepercayaan Islam mendakwahkan cinta antar manusia dan hidup bersama secara damai.

“Karena itu, kami dengan kesadaran penuh, menyatakan bahwa Islamophobia dan senophobia/kebencian pada orang asing adalah ideologi dan cara pikir yang sesat serta berbahaya bagi kemanusiaan,” tegasnya.

Mereka juga menolak upaya sebagian kalangan untuk menggunakan aksi terror itu untuk menyebarkan kebencian. “Kami juga menolak aksi ini digunakan sebagai komoditas politik,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Yesika Dinta

Copy Editor :

Tokoh Lintas Agama Kecam Keras Aksi Teror di Selandia Baru