alexametrics

Kemenaker Kembangkan 3.000 BLK di Pesantren Atas Instruksi Jokowi

20 Februari 2019, 20:04:16 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas di pesantren yang sudah mencapai 1.000 unit pada tahun ini dilanjutkan hingga naik menjadi minimal 3.000 BLK pada tahun depan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menyaksikan dan memberikan sambutan pada penandatanganan kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan pondok pesantren penerima bantuan BLK Komunitas untuk pesantren di Jakarta pada Rabu (20/2).

“Saya kira kalau cuma seribu masih sangat kurang. Tahun depan minimal 3.000 karena jumlah pesantren di Indonesia mencapai 29 ribu,” ujarnya di lokasi.

Menurutnya, Indonesia tengah berhadapan dengan bonus demografi, di mana penduduk usia produktif jauh lebih banyak. Bonus demografi akan menjadi masalah bagi Indonesia jika angkatan kerja tidak memiliki keterampilan.

Penyiapan angkatan kerja terampil melalui BLK Komunitas di pesantren, menurut Jokowi adalah langkah yang sangat efektif serta menghasilkan pelatihan yang lebih baik. Sebab, pelatihan dilaksanakan langsung di dalam pesantren yang pesertanya menetap. Sehingga proses pelatihan bisa dilakukan kapan saja, siang atau malam.

Selain itu, pesantren diberi kebebasan menentukan jurusan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di daerah setempat, sehingga betul-betul terjadi link and match.

“Selanjutnya saya akan melihat langsung ke lapangan guna memastikan BLK di pesantren berjalan baik,” tegas dia.

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengawali pembangunan BLK Komunitas di 50 pesantren. Dari yang awalnya hanya 75 BLK pada 2018, lalu naik menjadi 1.000 BLK pada 2019.

Menaker Hanif Dhakiri mengatakan, terobosan BLK di pesantren karena Jokowi paham betul bahwa pesantren itu gratis. Bahkan, santri dapat menumpang makan di rumah kiai dengan konsekuensi membantu kegiatan ekonomi. Sehingga santri bukan saja menguasai ilmu agama, namun juga menguasai keterampilan kerja.

Setelah pesantren mengadopsi sistem syariah dengan membayar bulanan, maka fokus santri hanya mengaji. Secara umum, tidak ada pembekalan keterampilan kerja.

“Soft skill santri bagus, tapi hard skill-nya kurang. BLK Komunitas di pesantren adalah program pemerintah, inisiatif Bapak Presiden, untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter yang ada di pesantren dengan tambahan keterampilan,” jelas Hanif pada kesempatan yang sama.

Adapun dari 1.000 BLK tersebut, penandatanganan kerja sama tahap pertama dilakukan dengan 500 pesantren. Penandatangan tahap kedua akan dilakukan bulan depan. Tiap BLK Komunitas akan menerima Rp 1 miliar untuk pembangunan workshop, peralatan, instruktur serta pelatihan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Yesika Dinta


Close Ads
Kemenaker Kembangkan 3.000 BLK di Pesantren Atas Instruksi Jokowi