JawaPos Radar | Iklan Jitu

Habib Bahar Diduga Aniaya Dua Remaja

KPAI: Siapapun Tidak Boleh Lakukan Kekerasan Apalagi Seorang Ustad

19 Desember 2018, 18:55:41 WIB
Habib Bahar
Habib Bahar saat akan diperiksa Bareskrim Polri, Kamis (7/12) (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisoner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listuarti‎ menyesalkan dan mengutuk keras terjadinya dugaan penganiayaan atau kekerasan fisik yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Ali bin Smith.

Apalagi menurut Retno sampai terjadi penjemputan paksa korban dari rumahnya dan kemudian mengalami penyiksaan.

"KPAI mengapresiasi keberanian orang tua korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian," ujar Retno dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (19/12).

Menurut Retno, siapapun tidak boleh melakukan kekerasan dan main hakim sendiri dengan alasan dan tujuan apapun dan terhadap siapapun. Apalagi ini seorang yang dianggap ustad dan pimpinan pondok pesantren.

"Negara ini adalah negara hukum, jika bersalah, dilaporkan ke pihak berwajib, bukan dihakimi sendiri," tegasnya,

Salah satu korban masih usia anak. Seberapapun kesalahan seorang anak, maka wajib diberikan kesempatan memperbaiki diri, bukan malah dianiaya.

"Seorang yang dikenal sebagai ulama mestinya perilakunya bisa menjadi model dan contoh yang baik bagi anak-anak didik dan jamaahnya," ungkapnya.

KPAI mengapresiasi Kepolisian yang sudah bergerak cepat dan sudah menahan terduga pelaku. Polisi tidak boleh kalah dengan tekanan pihak tertentu, hukum harus ditegakan.

Untuk itu KPAI mendorong pihak kepolisian menuntaskan penyelidikan kasus ini. KPAI akan melakukan pengawasan terhadap pihak kepolisian untuk memastikan penggunaan UU Perlindungan Anak mengingat salah satu Korban masih usia anak.

KPAI mendorong anak korban wajib mendapatkan rehabilitasi medis dari Dinas Kesehatan dan rehabilitasi psikologis dari Dinas PPA/P2TP2A setempat.

"Nanti KPAI akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk anak korban mendapatkan hak-haknya, terutama rehabilitasi medis dan psikis," pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : (gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up