alexametrics

Amblesnya Jalan Gubeng Bukan Likuifaksi, Tapi Kesalahan Konstruksi

19 Desember 2018, 17:34:12 WIB

JawaPos.com – Amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya pada Selasa (18/12) malam dipastikan tidak ada kaitannya dengan likuifaksi atau pencairan tanah. Kejadian itu diduga lantaran kesalahan konstruksi.

“Peristiwa ini amblesan tanah bukan likuifaksi, karena tidak ada fenomena mencairnya material tanah di lokasi kejadian,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di kantornya, Rabu (19/12).

Kesalahan teknis tersebut juga tidak ada kaitannya dengan aktivitas kegempaan di kawasan Jawa Timur, khususnya Surabaya. “Jadi kalau ada yang mengatakan itu terkait pergerakan sesar Surabaya dan sesar Waru tidak betul, karena tidak ada aktivitas teknonik pada saat kejadian,” tegas dia.

Menurutnya, jalan yang tiba-tiba ambles adalah akibat dinding penahan jalan atau retaining wall yang tidak mampu menahan beban. Hal itu juga dipengaruhi faktor cuaca di Indonesia yang saat ini memasuki musim penghujan.

“Kejadian amblesan tadi disebabkan kesalahan konstruksi. Adanya pengerjaan basement yang tidak menggunakan dinding penahan tanah sehingga berpeluang dorongan tanah secara horizontal,” paparnya. 

Berdasarkan pantauan seismograf, dia mengungkapkan fakta baru yang menunjukkan bahwa amblesan terjadi sebanyak dua kali. Antara lain pukul 21.41 dan 22.30 WIB di hari yang sama, Selasa (18/12).

“Kejadian tadi malam, pukul 21.41 WIB. Jadi amblesan kedalaman 30 meter lebar 8 Meter dan amblesan berlangsung dua kali dari pantauan seismograf, pukul 21.41 dan 22.30 WIB,” tutur Sutopo. 

Editor : Kuswandi

Reporter : (yes/JPC)

Amblesnya Jalan Gubeng Bukan Likuifaksi, Tapi Kesalahan Konstruksi