alexametrics

Irjen Nana Angkat Bicara Soal Pencopotan Dirinya sebagai Kapolda Metro

19 November 2020, 14:08:47 WIB

JawaPos.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana angkat bicara soal pencopotan dirinya dan dimutasi sebagai Koordinator Staf Ahli Kapolri di Mabes Polri. Irjen Nana dicopot dari jabatannya karena dinilai kelalalian terhadap pelanggaran protokol kesehatan pada saat kerumunan pernikahan putri Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Dalam kunjungan program ketahanan pangan di Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (19/11), Irjen Nana sekaligus berpamitan. Hal ini setelah terjadi mutasi jabatan di tubuh Polri. “Jadi di masa akhir pengabdian saya selaku Kapolda Metro Jaya dan rencana memang besok saya akan melaksanakan serah terima jabatan selaku Kapolda Metro Jaya dan saya akan berpindah tempat sebagai Koordinator Staf Ahli Kapolri di Mabes Polri,” kata Nana.

Dia menilai mutasi jabatan dalam lingkup organisasi Polri merupakan hal yang wajar. Kondisi serupa juga terjadi di lingkup TNI, bahkan Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Saya rasa ini suatu hal yang biasa dalam hal kita berdinas. Sama dengan TNI gitu kan, saya rasa di Pemda juga demikian. Jadi mutasi adalah suatu hal biasa,” ucapnya.

Nana mengatakan, program ketahanan pangan di daerah Kota Tangerang ini bisa dilaksanakan setelah sebelumnya mempunyai masing-masing kesibukan.

“Pada program ketahanan pangan Alhamdulillah akhirnya bisa kita laksanakan. Tetapi karena kesibukan, aktivitas masyarakat dengan berbagai kompleksitas permasalahan akhirnya hari ini saya bisa untuk hadir dengan dengan masyarakat Kampung Ledug,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham mengambil langkah tegas kepada jajarannya atas terjadinya kerumuman akibat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Idham memutuskan mencopot 2 Kapolda akibat peristiwa tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Pati yang dicopot yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Kapolda Rudy Sufahriadi. Keduanya dianggap bertanggung jawab atas kerumuman yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta; Petamburan, Jakarta Pusat; dan Puncak, Jawa Barat.

“Ada dua Kapolda yang nggak melaksanakan perintah dalam menegakan protokol kesehatan maka diberikan sanksi berupa pencopotan Kapolda Metro Jaya. Kemudian kedua Kapolda Jawa Barat,” kata Argo di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (16/10).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads