alexametrics

Berharap Gugatan Perdata Menang, Korban First Travel Ingin Berhaji

19 November 2019, 15:10:49 WIB

JawaPos.com – Sejumlah korban penipuan First Travel berkumpul di Jalan Inerbang II Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (19/11). Acara ini dibuat untuk membahas kelanjutan sengketa barang bukti yang diputus Mahkamah Agung (MA) dirampas untuk negara.

Kuasa Hukum Korban First Travel, Aldi Raharjo mengatakan, 3.200 jamaah yang ditangani tetap menuntut barang bukti First Travel dikembalikan kepada korban. Sebab, itu dianggap menjadi hak korban selaku pihak yang dirugikan. Sedangkan dalam kasus ini negara tidak dirugikan apapun.

“Pokoknya yang penting aset kembali, jamaah berangkat (haji) jadi itu intinya. Makanya kita mau bilang di media kalau kita nggak diam,” kata Aldi.

Dia menyebut jamaah akan menempuh jalur Peninjauan Kembali (PK) terhadap gugatan perdata. “Kenapa kita ke perdata karena kita mau pakai carai lain. Udah buntu kemarin. Tergugat biar kejaksaan tunduk pada keputusan bahwa itu aset dikembalikan ke jamaah yang 3.200 jamaah,” jelasnya.

Aldi menyampaikan gugatan perdata yang dibuat pihaknya hanya untuk 3.200 jamaah. Bukan seluruh korban First Travel seluruh Indonesia. Sedangkan materi gugatannya yakni untuk aset senilai Rp 42 miliar.

“Kalau untuk kita itu cukup lah. Udah kami itung-itung kalau misalkan enak-enaknya tanggal 25 (November) besok gugatan kita diterima, aset balik, kita bagi, udah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aldi mengatakan, para jamaah juga mempertanyakan perbedaan sikap antara Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Depok. Oleh karena itu mereka menuntut kejelasan apakah barang bukti akan dilelang atau tidak.

“Kemarin kita sempat berunding sebenarnya ada sedikit aja menyikapi pernyataan Kejaksaan Agung dan Kajari Depok, jadi maunya apa,” pungkasnya.

Sidang perdata gugatan ini sendiri terdaftat pada nomor perkara 52/Pdt.G/2019/PN.Dpk. Sidang putusan dijadwalkan akan digelar pada 25 November 2019 di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Sebelumnya, Barang bukti (Barbuk) kasus penggelapan uang jamaah umroh First Travel (FT), akan segera di lelang. Kepastian tersebut sudah inkrah. Jadi, jamaah umrah tidak kebagian harta dari kasus FT yang menipu ribuan jamaah.

Seperti diberitakan Radar Depok (Jawa Pos Group), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok, Yudi Triadi mengatakan, keputusan harta FT menjadi hak Negara, bukan semata-mata tanpa pertimbangan yang matang. Kasus tersebut tidak merugikan uang negara, tapi hasil keputusan majelis hakim sitaan barang bukti untuk negara.

Menurutnya, kasus tersebut merupakan pencucian uang yang berasal dari para korban jamaah First Travel. Uangnya, malah dibelanjakan barang mewah, seperti mobil, motor dan lainya oleh bos First Travel. “Contohnya, uang dari nasabah Rp 1 miliar dibelanjakan bos First Travel. Nah, kalau nanti (barang) dijual duitnya punya siapa?” kata dia bertanya.

Maka dari itu, kata kajari, majelis hakim mengeluarkan terobosan berupa keputusan tersebut. “Dari pada ini uang jadi ribut dan konflik di masyarakat, akhirnya diputuskan agar uang tersebut diambil negara,” tegas Yudi.

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanudin meluruskan pernyataan Kajari Depok Yudi Triadi terkait keputusan Kejaksaan melelang barang bukti kasus First Travel. Menurut dia belum akan melakukan lelang, karena masih melakukan upaya hukum lainnya. Dia masih bersikeras bahwa aset itu seharusnya dikembalikan kepada jamaah.

“Bukan melelang kok. Ini akan dipelajari dan kalau memang itu salah saya akan minta dia meluruskan dan mempertanggungjawabkan,” kata Burhanuddin di Kantor Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads