alexametrics

Dikaji, Vaksin Merah Putih untuk Booster

Tempat Bermain Anak di Mal Boleh Dibuka
19 Oktober 2021, 12:39:07 WIB

JawaPos.com – Suntikan vaksin dosis ketiga (booster) akan dimulai awal tahun depan. Sasarannya adalah peserta BPJS Kesehatan yang masuk kategori penerima bantuan iuran (PBI). Namun, pemerintah masih mengkaji jenis vaksin yang akan disuntikkan.

Plt Dirjen Pencegahan dan Penanganan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rondonuwu mengungkapkan, Kemenkes bersama Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) tengah melakukan riset terkait pemberian vaksin booster.

Riset tersebut diharapkan selesai pada Desember nanti. ”Penelitian mengenai vaksin mana yang cocok untuk booster,” ucapnya.

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan peneliti tanah air juga termasuk yang diteliti. Selain itu, terkait jenis vaksin, homolog atau heterolog, yang akan digunakan untuk vaksin booster, juga masih dalam tahap penelitian. Maxi mengatakan, Indonesia memang merancang vaksinasi booster. Namun, yang mendapat prioritas adalah peserta BPJS Kesehatan golongan PBI. ”Menurut penelitian, enam bulan itu sudah menurun (imunitas dari vaksin, Red),” ungkapnya.

Pada kesempatan lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemerintah juga fokus pada pencarian obat Covid-19. Menurut dia, jika vaksin dilengkapi dengan obat, peralihan dari epidemi ke endemi bisa lebih cepat. ”Banyak perkembangan obat baru yang memberikan harapan,” katanya. Budi menjelaskan, pemerintah sudah melakukan uji klinis obat jenis monoclonal antibody. Selain itu, obat antivirus tengah dijajaki. Berbagai calon obat Covid-19 telah memasuki uji klinis tahap ke-3. Dia meminta uji klinis juga dilakukan di Indonesia agar tahu kecocokan obat tersebut dengan masyarakat.

Sementara itu, pada evaluasi pelaksanaan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pemerintah kembali melonggarkan sejumlah ketentuan. Hal tersebut disebabkan kasus konfirmasi harian yang terus menurun hingga saat ini. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) yang sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kasus harian hanya mencapai 18 ribu secara nasional. Sedangkan Jawa-Bali sekitar 7 ribu kasus per hari. Lebih rendah dibanding Juli lalu ketika varian Delta merebak dengan sekitar 50 ribu kasus.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/mia/dee/wan/c9/oni




Close Ads