alexametrics

Pelantikan Presiden-Wapres Dikemas Sederhana, 18 Kepala Negara Hadir

TNI-Polri Jaga Objek Vital Ibu Kota
19 Oktober 2019, 12:36:41 WIB

JawaPos.com – Minggu (20/10) besok Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakil presiden terpilih KH Ma’ruf Amin resmi dilantik untuk memimpin Indonesia selama lima tahun mendatang. Persiapan pelantikan terus dimatangkan. Kemarin (18/10) Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR menggelar geladi kotor prosesi pelantikan di ruang paripurna Gedung Nusantara I.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 itu memperagakan keseluruhan tata cara pelantikan. Termasuk teknis urut-urutan kegiatan. Mulai waktu masuknya pimpinan MPR, presiden dan wakil presiden, hingga pengaturan tata letak penempatan kursi para tamu negara. ”Ini adalah simulasi agar nanti lancar dalam pelaksanaan di hari H,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Ma’ruf Cahyono di lokasi kegiatan.

Simulasi dilakukan sepersis-persisnya dengan acara yang sebenarnya. Menurut Ma’ruf, tata cara pelantikan presiden dan wakil presiden sudah diatur secara baku dalam peraturan tata tertib MPR. Tata caranya pun sama dengan pelantikan periode sebelumnya. Yang berbeda, jelas dia, hanya ada pada pertukaran tempat duduk wakil presiden terpilih. Dari Wapres Jusuf Kalla (JK) ke wakil presiden terpilih Ma’ruf Amin. ”Saya kira itu yang khusus. Prosesi yang lain sama dengan pelantikan periode sebelumnya,” papar Ma’ruf.

Nah, agar maksimal, hari ini (19/10) persiapan difinalkan melalui geladi bersih. Setjen MPR telah mengundang Jokowi dan Ma’ruf untuk hadir langsung dalam geladi bersih. Namun, sampai kemarin sore, MPR belum bisa memastikan apakah keduanya akan datang langsung dalam geladi bersih pukul 14.00 hari ini. ”Jikapun beliau berdua tidak hadir, bisa diwakili protokoler istana,” ucapnya.

Terkait permintaan Presiden Jokowi agar pelantikan digelar dengan sederhana, Ma’ruf menyatakan sangat setuju. Dia mengatakan, pelantikan presiden dan wakil presiden merupakan perhelatan nasional tentang pergantian kepemimpinan nasional lima tahun sekali. Sehingga harus dilakukan secara khidmat serta meninggalkan kesan agung.

Ruang rapat paripurna, sambung Ma’ruf, sudah diatur sedemikian rupa. Secara dekorasi sangat standar dan tidak ada yang mencolok. Tidak meninggalkan kesan sangat mewah. Penataan dilakukan seperti untuk sidang-sidang pada umumnya. ”Kami setuju dengan ide Pak Presiden. Yang penting dilakukan secara sederhana, khidmat, dan agung,” ujarnya. Sebab, seremoni kenegaraan harus meninggalkan kesan yang baik di mata tamu-tamu negara sahabat.

Hingga kemarin yang mengonfirmasi hadir dalam acara pelantikan sudah mencapai 18 kepala negara. Mulai Australia, Tiongkok, Singapura, Brunei Darussalam, hingga negara-negara ASEAN lainnya. Selain kepala negara dan kepala pemerintahan, hadir pula lebih dari seratus duta besar.

”Ini menjadi indikator bahwa perhelatan besar ini mendapat perhatian khusus dari pemimpin bangsa-bangsa lain,” tambahnya. Bahkan, Ma’ruf optimistis jumlah negara sahabat yang hadir akan bertambah. Pihaknya akan terus meng-update hingga hari ini.

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengatakan, agenda pelantikan tidak terlalu panjang. ”Acaranya tidak terlalu banyak,” terang wakil ketua umum Partai Demokrat tersebut. Diawali dengan pembukaan, pembacaan surat keputusan KPU, pelantikan, dilanjutkan dengan tanda tangan dan berita. Setelah itu baru pidato presiden. Jadi, sebelum pukul 17.00, pelantikan rampung. Dia berharap semua pihak, baik masyarakat maupun mahasiswa, menjaga ketenangan. Hajatan nasional tersebut akan dilihat seluruh dunia.

Iring-iringan kendaraan lapis baja berjenis Panser Anoa Milik TNI saat melakukan simulasi pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden pada gladi kotor di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (18/10/2019). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Panglima Kostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan dan sejumlah pejabat teras Mabes TNI meninjau simulasi pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden. Serupa dengan apel gelar pasukan, simulasi dilaksanakan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, kemarin.

Tujuan simulasi ialah mengantisipasi potensi ancaman maupun gangguan yang bisa muncul dalam pelantikan besok. TNI juga ingin memastikan kesiapan seluruh prajurit. Namun, simulasi dilaksanakan tertutup. Yang pasti, Hadi menyebutkan, semua personel pengamanan sudah siap. ”Sebanyak 30 ribu prajurit TNI-Polri siap melaksanakan tugas pengamanan,” tegas Hadi.

Pengamanan berlapis yang dibagi menjadi tiga ring akan dilaksanakan secara ketat. Presiden, wakil presiden, keluarga, dan para tamu undangan yang hadir bakal dikawal sejak sebelum sampai acara selesai. ”Pasukan yang terlibat sudah diinset ke wilayah-wilayah sesuai tanggung jawabnya,” ucap Hadi.

Pengamatan Jawa Pos, sejumlah titik yang menjadi atensi aparat keamanan kemarin mulai dijaga ketat. Aparat TNI maupun Polri bersiaga di beberapa sudut ibu kota. Termasuk di istana. Pengawalan melekat untuk tamu undangan juga terlihat. Salah satunya tampak saat iring-iringan kendaraan untuk delegasi Tiongkok melintas di Jalan Medan Merdeka Barat kemarin siang.

Semua tamu undangan memang langsung dikawal personel TNI maupun Polri. Sejak mereka tiba di tanah air sampai kembali ke negara masing-masing. ”Mulai saat kedatangan, di perjalanan, ke tempat hotel maupun wisma, sampai ke gedung DPR/MPR.”

Berdasar informasi dari Puspen TNI, dalam simulasi pengamanan pelantikan kemarin, turut dilibatkan helikopter milik TNI-AD dan helikopter kepresidenan. Selain itu, prajurit TNI menunjukkan kemampuan meluncur dari helikopter.

SBY dan Prabowo Konfirmasi Hadir

Pelantikan presiden dan wakil presiden juga bakal dihadiri sejumlah tokoh bangsa. Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap hadir. Begitu pula mantan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. ’’Saya kira kesiapan kehadiran para tokoh bangsa memberikan kesan positif bagi dunia internasional,’’ kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar kemarin.

Hal tersebut, papar dia, tidak terlepas dari kerja keras jajaran pimpinan MPR. Selama dua minggu terakhir, lembaga tinggi pimpinan Bambang Soesatyo itu mendatangi satu per satu tokoh untuk mengantarkan undangan pelantikan.

Kehadiran para tokoh menjadi awal yang bagus bagi pemerintahan lima tahun mendatang karena menunjukkan kekompakan antartokoh bangsa. Memberikan pesan yang jelas bagi pembelajaran demokrasi yang matang. ’’Bahwa setelah kontestasi selesai, harus bersatu lagi demi keutuhan dan kemajuan bangsa,’’ ujar Indra.

Prabowo Subianto memang menyatakan siap hadir. Itulah yang disampaikannya saat menerima kunjungan pimpinan MPR ke kediamannya pada Jumat pekan lalu (11/10).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mar/lum/syn/c9/c14/oni



Close Ads