Bamsoet: Teguhkan Arah Cita-Cita Indonesia Merdeka

19 Agustus 2022, 08:00:27 WIB

JawaPos.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa peringatan hari-hari besar kenegaraan tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremoni. Namun, juga harus menjadi bentuk tanggung jawab bagi seluruh elemen bangsa untuk meneguhkan arah cita-cita Indonesia merdeka. Selain itu, dijadikan momentum terbaik untuk melakukan refleksi diri sekaligus proyeksi ke depan.

“Melalui proses refleksi dan proyeksi ini, diharapkan kita dapat mengenali apa kelebihan dan kekurangan kita sebagai bangsa. Pelajaran baik di masa lalu harus kita pertahankan dan pengalaman buruk harus kita tinggalkan. Selain itu, kita dapat mengetahui ke mana kita akan menuju. Kita harus senantiasa terbuka atas perkembangan terbaik kehidupan umat manusia guna memperkaya mutu kemanusiaan dan mutu peradaban kita,” ujar Bamsoet dalam peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun Ke-77 MPR RI di Gedung Parlemen Jakarta, Kamis (18/8).

Turut hadir Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mewakili Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syariffuddin Hasan, Hidayat Nur Wahid, Yandri Susanto, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad, serta Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus.

Hadir pula Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Isma Yatun, Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata, serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD.

Ketua ke-20 DPR RI dan mantan ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan itu mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang telah menunaikan tugas sejarahnya dengan baik. Tugas sejarah tersebut adalah ketika pada 1 Juni 2016 yang lalu, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Sejak saat itulah, bangsa Indonesia dapat mengetahui sekaligus memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. ’’Dalam bagian ’’menimbang’’ huruf (c), (d), dan (e), Keppres Nomor 24 Tahun 2016 tersebut menegaskan bahwa Pancasila sejak kelahirannya pada 1 Juni 1945 melalui pidato Bung Karno di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) dan mengalami perkembangan dalam naskah Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan, hingga disepakati menjadi rumusan final oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, yang dimaknai sebagai suatu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara oleh para pendiri bangsa,’’ kata Bamsoet.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM

Saksikan video menarik berikut ini: