alexametrics

Kepala Suku di Papua Turun Tangan Atasi Kerusuhan Manokwari

19 Agustus 2019, 14:20:45 WIB

JawaPos.com – Aksi unjuk rasa di Manokwari, Papua Barat, mulai tertangani dengan baik. Para kepala suku di sana turun tangan ikut meredam aksi massa tersebut.

Ketua Masyarakat Adat Tanah Papua atau Kepala Suku, Lenis Kogoya mengaku sudah berkomunikasi dengan para kepala suku di Papua. Dia meminta supaya kepala suku dan tokoh agama turun langsung agar kerusuhan tidak melebar.

“Kami sudah berkoordinasi dengen kepala suku, mereka sudah masuk berani ke kampung-kampung, saya sudah arahkan tokoh agama, tokoh gereja, dan mudah-mudahan tidak terjadi masalah lagi,” ujar ‎Lenis Kogoya dalam konferensi pers di kawasan Slipi, Jakarta, Senin (19/8).

Imbauan kepala suku, menurut Lenis, masyarajat jangan membawa senjata dan berbuat anarkis sehingga berujung pada perusakan fasilitas umum. “Pihak mama pun tidak boleh ada pegang senjata, tidak boleh ada perlawanan. Walaupun kemarahan pikir baik-baik,” katanya.

‎”Jangan sekali-sekali bakar fasilitas umum, berarti kita sama saja bakar rumah sendiri, saya rasa menyesal. Sebenarnya tidak boleh terjadi‎,” tambahnya.

Lenis juga mengaku sudah menelepon langsung kepala suku di tingkat provinsi. Sejatinya apabila sudah berkoordinasi dengan kepala suku di tingkat provinsi, maka bisa berlanjut ke tingkat kabupaten dan kota untuk bersama-sama turun meredam situasi yang tengah ‘memanas’ ini.

“Jadi kita ini (kepala suku) mitra pemerintah, supaya kita koordinasi supaya tidak terjadi, dan supaya di Jayapura jangan sepert ini (seperti di Manokwari),” jelasnya.‎

Lenis menambahkan, apabila terjadi kerusuhan atau perang suku, yang didengar masyarakat di Papua adalah kepala sukunya. Aparat kepolisian dan TNI pun ikut turun tangan bersama kepala suku dalam menjaga keamanan. “Kalau secara perang suku, harus ada kepala suku, mungkin pelan-pelan,” katanya.

Diketahui, kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) pagi dipicu insiden penyerangan dan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dan kejadian di Malang, Jawa Timur. Di Surabaya, 43 mahasiswa asal Papua sempat diangkut dan diperiksa di Polrestabes Surabaya. Diduga penggerebekan itu akibat kesalahpahaman setelah Bendera Merah Putih milik Pemerintah Kota Surabaya terjatuh di depan asrama.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads